Jumat, 01 April 2016

Karina, untuk Raditya - 4

Aku ingin jatuh kepadamu.
Untuk sekedar meraba rasa, atau mengais luka.
Aku ingin jatuh kepadamu.
Untuk sekedar mencicip asa, meraih mimpi, dan sekedar melukiskan harapan.
Aku ingin jatuh kepadamu.
Untuk kemudian menyelami, lagi dan lagi.

Mata itu. Tatapan penuh kasih, yang kau torehkan dengan sejuta rasa.
Atau tawa, yang kau tawarkan dengan segala kejutan.
Ataukah ini hanya perasaanku saja?
Aku ingin jatuh kepadamu, secukupnya saja.
Namun kemudian, aku tersandung kenyataan.
Bahwa ini menyulitkan.
Bahwa segala sesuatunya kian rumit.
Bahwa bagaimanapun aku tetap harus menyelami hidupku ini.
Lagi, dan lagi.

Ah, ya, yang terbaik.
Semoga semua yang terbaik.

Dan ya, Radit.
Biarkanlah ini menjadi cerita yang takkan pernah kuceritakan pada siapapun.
Biarkanlah aku berusaha menjaga agar tetap seperti ini.
Agar tetap menahan diri, untuk sekiranya berbagi.
Untuk sekedar mencuri hatimu, lagi dan lagi.
Tentang bulan dan matahari yang sulit untuk didukung oleh semesta ini.
Atau haruskah kutunggu gerhana, berpuluh-puluh tahun lagi, untuk kemudian, kusambut dirimu?

Dear Raditya, kau tahu bahwa ini menyulitkan, bukan?

PS: seandainya kau tahu betapa sulitnya untuk memilih.