Sabtu, 23 Agustus 2014

Karina, untuk Raditya - 2

Kulihat matamu masih terpaku memandang senja yang tak kunjung meredup.
Seolah jiwamu masih terpatri ke kedamaian, yang jauh, jauh kutemukan yang penuh kerinduan.
Seolah mimpi dan asamu tak lagi sama.
Matamu, mata yang memancarkan kebahagiaan serta riangmu yang menyenangkan masih akan tetap seperti itu, namun seolah redup terbawa senja.
Ocehanmu yang membuatku merindu.
Lalu sikapmu, yang diam-diam menyentuh jiwaku.
Manis. Manisnya tutur katamu membawa tawa dan menjauhkan sendu, selalu, dan akan selalu menjadi canduku.
Bahwa mata, seakan mata pun kelut menatap jiwa yang teduh itu.
Bahwa telinga pun kini sudah ragu untuk mendengarkan.
Bahwa jiwa pun kadang ragu untuk sekedar bertahan, apalagi berjuang.
Ini bukan tentang apa yang dipilih dan berani untuk memilih.
Pun tentang rasa dimana segala nyaman tercipta.
Pun tentang mereka yang ada, dan mereka yang telah tiada.
Pun tentang kita.

Tetapi ini tentang hati, yang telah memutuskan.
Bahwa aku, seharusnya aku benar-benar memahami.
Bahwa ini bukanlah main-main, tidak, dan tidak lagi.
Lalu kau, aku. Kita. Bisa apa?

Dear Karina, aku merindu.

Selasa, 08 Juli 2014

Well hello, sweetheart!
it's been a very long time ya?
I'm so sorry, like, really.
i've so much story but it's me who really enjoy every second of my life.
Anyway, i've nothing to say, thou. Gue disini cuma mau menyampaikan apapun yang ada di pikiran gue.

so, i just check my twitter and found that someone just copy my tweets and some quotes on my blog. Dan parahnya, gue ga kenal orang itu.
she didn't even say that she take it from mine.



Dan gue sebel.
Ya menurut ngana jooo. Gue udah mikir berulang kali buat nulis dan gue nemuin orang yang seenak jidat ngopy tweet dan ngopy isi blog gue.
isi blog gue emang gamutu, so does my posting on twitter.
But once someone annoy me with their attitude, or annoy me by copy something from me, i'm gonna punch them right on their face. Really.

Soalnya gimana ya......
otak lo. Ibarat kata otak lo yang lo puter ulang buat nyusun kata kata kayak ga dihargain aja. Gimana ga kesel urang.
kekreatifan lo juga.
Ya gimanapun sekecil apapun, menghargai orang itu penting.
dan gue sangat amat menjunjung tinggi rasa menghargai orang lain.

that's why gue ngebawel disini sekarang. And i hope everyone would understand it.

sooo happy fasting guys! Byebye!

Jumat, 28 Maret 2014

28 Maret 2014

Untuk kamu yang mungkin tak akan pernah membaca ini, karena kamu bukan tipe yang suka membaca, apalagi di blog seperti ini.
Halo, selamat tanggal 28 maret, selamat 14 tahun, selamat ulang tahun.

Selamat ulangtahun, si gendut yang selalu membuat ribut.
Selamat ulangtahun, satu satunya orang yang hobinya rebutan apapun sama kakaknya.
Selamat ulangtahun, anak manja yang sok kuat.
Selamat ulangtahun, si anak yang lebih milih sms kakaknya buat nanya bahasa inggris dibanding cari sendiri di internet.
Selamat ulangtahun, si anak yang selalu tanya "ih kok adek lebih tinggi dari kakak" dan nyombongin ke-tinggian kamu.
Selamat ulangtahun, si anak yang lembut hatinya.
Selamat ulangtahun, satu-satunya anak yang matanya langsung berkaca-kaca pas diledekin. Selamat ulangtahun, si anak yang selalu inget sama kakak dan mamanya tiap makan enak.
Selamat ulangtahun, si anak yang ga minta kado apa-apa untuk tahun ini, kecuali begitu pulang dari study tour, si anak ini menemukan kehadiran mama dan kakaknya yang bawa kue super besar yang muat dia tampung dalam hitungan detik.
Selamat ulangtahun, rifqi muhammad farid, adikku yang paling kakak sayang.
Selamat ulangtahun, permata hatiku setelah mama.

Adek, kakak gak akan bilang bahwa hidup akan terus menerus menyenangkan.
Atau senang selamanya, pun sama dengan sedih selamanya. 
Kakak gak akan bilang bahwa kamu bisa selamanya mainan terus didepan laptopmu, sambil ngemil apapun yang bisa dicemil, di pipimu yang gak akan pernah kempes itu.
kakak gak akan bilang bahwa kamu bisa terus-menerus duel sama mama, atau rebutan curhat duluan kamu apa mama ke kakak mengenai apapun lewat skype.
Kakak gak akan bilang bahwa kamu bisa selamanya manggil kakak pake panggilan 'kakak' khas kamu yang bikin kakak selamanya rindu.

Karena suatu hari nanti, suara kamu akan memberat.
karena suatu hari nanti, kamu ga akan mau lagi sok sok godain cium pipi kakak.
Karena suatu hari nanti, akan datang masanya kamu tiba-tiba jadi makhluk paling gengsi sedunia, yang mulai gaya, terus tau-tau minta uang jajan padahal buat pacaran ke mama.
Tapi bukan itu point utamanya.

Suatu hari nanti, kamu akan keluar dari rumah dengan gagahnya, membawa cita dan cinta yang kakak sama mama punya, membawa harapan kami, yang kemudian kamu teruskan dengan sebuah janji, untukmu dan untuk kami.
Suatu hari nanti, kamu pun akan kembali, entah dengan gelar atau dengan calon istri.

Lalu selama perjalanan itu, akan ada masa kamu senang dan masa kamu sedih.
Tapi kamu punya mama, adek. Kamu juga punya kakak.
Kamu punya kami, yang akan selamanya jadi sandaran kamu, seberapapun umur kamu.
Jadi jangan pernah sedih, adek. Jangan pernah takut menghadapi dunia yang memang sebenarnya kejam.
Tapi adek, kita kuat. Kakak aja bisa, adek harus lah.
Inget kan, kita manusia pilihan Allah, karena Allah tahu yang terbaik untuk kita?
Jadi adek, untuk alasan apapun, jangan pernah sedih.
Segalanya bisa terselesaikan, karena kamu punya mama sama kakak, adek.
Karena buat kakak, segalanya pun terasa cukup, karena kakak punya mama sama kamu. Harta kakak yang paling berharga. Kesayangannya kakak.
Karena kakak punya mama sama kamu. Karena kalian=semangatku.

Dari kakak yang sering berantem sama kamu, lalu berakhir dengan saling melirik, dengan permintaan maaf yang diam-diam, diiringi pelukan (sok) engganmu yang selamanya membuatku rindu, adikku.

Ps: kakak kangen!

Kamis, 16 Januari 2014

Karina, untuk Raditya

Selamat pagi, pagi.
Aku tidak akan berucap apa-apa.
Aku tidak akan mencoba mengobrak-abrik rasamu, kini.
Pun mencoba mengucapkan langsung, tidak, tidak lagi.

Aku hanya akan berucap ketika kau ingin aku berucap.
Tapi kau hanya tertegun, menatap sekilas dan tersenyum.
Membuang jauh jiwaku, menajamkan rasaku.
Lalu aku bisa apa?

Hanya bisa diam, menatapmu dari kejauhan.
Jarak. Lagi-lagi mengenai jarak.
Mereka mungkin tak akan pernah mengerti rasanya.
Disaat mereka tidak sulit untuk mengucap rindu, untuk mencecap segala rasa.
Namun kita, saling jatuh cinta dengan cara yang berbeda.
Berusaha saling mengerti, berusaha saling memahami satu kali lagi.
Berusaha mencecap segala asa, menggali segala mimpi, memutar otak berulang kali untuk meretas harapan.

Disaat mereka tidak sulit untuk mencerca, untuk memberi tatapan seolah-olah ini adalah kesalahan.
Dan kita, dengan hancur, penuh luka bercampur peluh, berusaha membangun lagi mimpi-mimpi yang ada.
Disaat mereka tak akan merasa sulit untuk mengucapkan cinta, namun kita masih meraba-raba, masih kesulitan untuk mengucap sampai nanti. Saling ketakutan untuk mengucap selamanya.

Tidak, aku tidak menyalahkanmu kini.
Tidak juga menyalahkan pagi, yang selalu menyambut kita.
Tidak juga menyalahkan matahari, yang kian hari semakin ramah menunjukkan sinarnya.
Pun tidak menyalahkan malam, yang selalu dengan sukses menumbuhkan segala luka.
yang selalu sukses membunuh mimpiku, satu kali lagi.

Aku hanya akan berkata, bahwa kali ini izinkan aku untuk mengucapkan kita.
izinkan aku untuk mencecap segala mimpi.
izinkan aku untuk tidak lagi meraba asa, tidak lagi meraba kita.
bahwa kadang jiwa juga punya rasa lelahnya.
bahwa kadang hati memang harus diikhlaskan, untuk kebaikan dan apa yang akan menunggu nantinya.

Selamat pagi, pagi :)

- Karina, untuk Raditya-