Selasa, 04 September 2012

random

lalu aku tersadar dalam bayang semu.
aku patut meninggalkanmu, mereka bilang.
namun aku terlalu enggan, meski beban yang kupikul amatlah berat.
aku wajib melupakanmu atas segala yang kau perbuat, mereka bilang.
namun aku terlalu terbiasa dengan zona tak aman, meski membuatku tergelimang dalam tangis, dalam senyum yang amat miris.
posisiku sangatlah ironis, mereka bilang.
namun aku terlalu buta, terlalu lupa kapan terakhir kali hadirmu absen dalam pikiranku.
aku tak akan mengharapkan yang lampau kembali, bukan mauku, bukan anganku.
hanya saja memori itu berlarian dalam pikiranku, menyatu dengan imaji, bercengkrama dengan siang-malamku.
kamu, wujud nyata dari kecintaanku kepada satu-satunya kaum adam yang kupilih di dunia ini.
Halo, kamu :)

- Karina, kepada Raditya.

Tidak ada komentar: