Sabtu, 09 Juni 2012

Aku, diantara hamparan jalanan, dan bayangmu

photo was taken from: http://alqxd.deviantart.com


Diantara hamparan jalanan didepan mataku, bayangmu menawarkan harapan.
Seolah memberiku ratusan kaset yang memintaku untuk menyimpannya. untuk melihatnya.
untuk mengingat ribuan kenangan yang pernah kita miliki.
untuk membuatku mengingat lagi.

Diantara hamparan jalanan didepan mataku, bayangmu memberikan kenangan.
kenangan atas apapun yang kamu katakan.
Yang kamu bilang untukku dimasa depan.
Bayangmu, kini, memberikanku pilihan. Untuk memilih masa lalu, atau tinggal disini.
Bayangmu memberikan senyuman, yang entah sudah berapa lama tidak pernah aku temukan.
Bayangmu melapukkan batu yang ada pada diriku.

Dulu, kamu bilang kamu ada disini.
Lalu aku menemukan diriku, tanpa kamu, disini.
Sendiri. Sepi.

Kamu bilang kita memang sudah seharusnya seperti ini.
Tapi berulang kali kamu katakan bahwa kau ingin kembali.


Kamu bilang kamu tak pernah ingin pergi.
Tapi kamu selalu memaksa untuk meninggalkan kita.


Kamu bilang kamu ingin seperti dulu lagi.
Tapi berbagai kekejaman perkataanmu, bagai pisau yang menghunus setiap langkahku.
Seolah-olah aku tak pernah cukup.
Seolah-olah aku tak pernah baik bagimu.


Aku menawarkan berbagai pengharapan, tapi kau tolak segala kemungkinan.
menghancurkan setiap kepastian yang aku kalkulasikan.
Meninggalkanku, disini, dengan hamparan jalan, dengan bayangmu.
Membuatku menyadari satu hal yang tak pernah ingin aku akui.
Kita selalu tahu cara bertemu kembali, kita tahu cara saling menemukan, tapi kita tak pernah tahu cara bertahan.


Lalu kamu memintaku meninggalkan segala kenangan.
Kamu memintaku untuk benar-benar tidak mengingatmu.
Memintaku untuk melupakan tentang kita.
tentangmu.
Memintaku untuk menghancurkan segala kemungkinan yang aku buat, menolak segala kepastian.

Dan disinilah aku.
Diantara hamparan jalan, diantara segala kemungkinan.
Aku, tak pernah tahu jalan pulang.
Dan tak akan mau kembali, atau sekedar mengetahui satu jalan, untuk pulang.

Aku, disini, tanpamu.
Aku, diantara harapan jalanan, ditemani bayangmu, sendiri.


PS: this isn't about my feeling. I just want to write this, well, perhaps.

Tidak ada komentar: