Kamis, 14 Juni 2012

"mau susu atau teh?"

photo was taken from: http://ojtamojtam.deviantart.com

Kau tahu, memorimu masih melekat di otaknya.
Senyuman yang kau berikan terakhir kali untuknya masih ia ingat, sampai sekarang.
Aku bahkan tidak bisa menghitung berapa banyak air mata yang ia keluarkan.
untukmu.
Ya, hanya untukmu.

seseorang yang tiba-tiba datang ke dalam kehidupannya,
lalu memutuskan secara tiba-tiba untuk tinggal.
lalu kau bilang tak akan pergi.
lalu ia percaya.

Kau, selalu menjanjikan secangkir susu atau teh di setiap pagi itu akan berubah menjadi dua.
berjanji untuk selalu bertanya "susu atau teh?" di setiap pagi.
Kau berjanji untuk menemaninya di setiap pagimu.
berjanji untuk menemaninya di setiap langkahmu.
berjanji untuk menangkapnya ketika ia jatuh.
berjanji untuk selalu mencintainya, bahkan ketika ia lupa cara mencintaimu.
ia hanya tertawa, saat kau berkata seperti itu.
tapi tahukah kau,
ia tidak pernah lupa cara mencintaimu.
ia justru lupa kapan terakhir kali ia tidak memikirkanmu, dan tidak mencintaimu.

Lalu datanglah saat kau harus pergi,
harus meninggalkan dia, yang katanya kepunyaanmu.
Saat itu, dia diam.
tidak bereaksi apapun.
Hanya diam.
kau kira ia tidak sedih.
kau kira ia tidak merana.
lalu kau pergi meninggalkannya, begitu saja.
tanpa ampun. tanpa rasa iba sedikitpun.
tapi tahukah kau,
saat itu ialah waktu terburuk dalam hidupnya?
tahukah kau ia menangis berhari-hari, tidak peduli dengan hidupnya.
Karenamu.

maka sekarang ini,
janganlah kau bersikap hidupnya biasa saja.
sungguh, dia sangat apatis dengan cinta.
tapi tahukah kau alasannya?
Karenamu.

Lalu, kalau kau masih berencana untuk menemuinya,
datanglah ke tempat kau berjanji untuk membuat secangkir susu atau teh itu untuknya.
datanglah ke tempat kau biasa bertanya "mau susu atau teh?" di setiap pagimu.
datanglah, kembalilah.

karena sampai sekarang,
ia masih duduk disana setiap pagi.
hanya untuk melihat sosokmu lagi.
bahkan hanya mendengar suaramu pun ia sangat bahagia.
ia, menunggumu.

Tidak ada komentar: