Jumat, 29 Juli 2011

how it feels?

A: "Rasanya nangis diam-diam itu ga enak banget, Nay. Sumpah gak enak. Mengganjal. Kamu mau teriak tapi ditahan rasanya kayak gimana sih? ga enak kan Nay? Itu rasanya nangis diam-diam. Dan tolong, kenapa harus ada perubahan? I mean, kenapa harus ada perubahan disaat kita udah bener-bener comfort? Aku ga berharap lebih, Nay. Aku cuma mau semua yang ada disekitar aku, yang bisa bikin aku ngerasa hidup itu ada."

B: "Then what do you want?"

A: "I wanna take it all back."

B: "Ketika perubahan datang, kamu cuma harus mengikuti arah itu. Kamu gak akan punya alasan untuk memintanya kembali. Segala sesuatu pasti berubah. Inilah hidup. And in this life, if you can't make any option, you'll die. Kamu akan tersingkir. Life must go on. Actually, there are many options, Nay. You can stay, or just let it change. Kronis kan? Makanya kamu harus tetep bertahan. Hidup itu kronis. Kronis senengnya, kronis sedihnya, dan segala macam rasa yang kronis. Ayolah, kamu bisa. I'll be your guard, Nay. I'll be the one who nice to you when everything around become annoying. Ayolah ikuti arah. You're young. You're mature. You're strong. You know what's good for you. You know everything'll change. Aku percaya kamu bisa, Nay. Semangat!"

-When heart and brain talk. And when I must make this courage up.

Tidak ada komentar: