Rabu, 20 April 2011

Hidup itu pengulangan

Waktu kecil.

Ingat tidak pertama kali kamu belajar mengenal angka? Saat belajar mengenal angka untuk yang pertama kalinya, mustahil kalau kamu langsung benar-benar bisa. Kamu pasti mengulanginya lagi hingga kamu pun bisa.

Ingat tidak saat pertama kali mengenal garam dan gula? Karena kamu secara berulang-ulang melihat dan merasakan garam dan gula, maka kamu pun bisa tahu yang mana garam, dan yang mana gula.

Ingat tidak saat kamu belajar membaca? Kata-kata awal yang biasa diajarkan itu seperti ini:
Ini ibu. Ini Adik. Ibu memasak. Adik bermain.
Dan semacamnya. Ingat tidak? Saat itu kamu tidak langsung mengerti. Kamu akan menatap huruf yang tersusun dengan tatapan "ini apa.." atau semacamnya. Dan kamu akan terus mengulanginya, sampai kamu bisa seperti saat ini.

Ingat saat kamu belajar berjalan? Kamu tidak mungkin langsung bisa. Secara perlahan kamu berdiri, lalu melangkahkan kaki, walaupun hampir jatuh tapi kamu tetap mencoba hingga kamu bisa berjalan. Dan hal itu dilakukan secara berulang-ulang.

Ketika kamu mulai memasuki bangku SD.

Ingat tidak saat kamu bertemu dengan teman-temanmu? Awalnya kamu diam, kaku. Tapi secara perlahan dan karena terus menerus bertemu di sekolah maka kamu mengenal mereka. Maka kamu bermain bersama mereka.

Ingat saat kamu belajar berhitung? Awalnya kamu mungkin seperti orang yang kesusahan, susah paham. Tapi karena terus menerus mengulangi, akhirnya bisa.

Ingat saat kamu menghafal rumus saat ada materi fisika di sekolahmu? saat itu mungkin yang kamu rasa seketika kepala pening, rasanya kesal saat kamu susah mengertinya. Tapi karena mengerjakan soal secara berulang-ulang, akhirnya kamu pun bisa.

Ingat saat kamu menghafal pelajaran seperti Ips yang membutuhkan hafalan? Kamu tidak langsung hafal, kamu membacanya berulang-ulang hingga hafalan itu menempel pada kepalamu dan enggan keluar dari otakmu. Hafalan itu berangsur-angsur menjadi memori jangka panjangmu yang secara diluar kepala kamu pun tahu.

Atau ketika kamu SMP.

Ingat saat pertama kalinya kamu mengetahui bahwa kamu tertarik pada lawan jenismu? Saat itu awalnya kamu merasa biasa saja, namun karena pertemuan yang secara berulang-ulang, akhirnya kamu tahu bahwa kamu tertarik pada lawan jenismu itu.
Ingat tidak?

Ingat saat pertama kalinya kamu belajar tentang kimia? Awalnya kamu menganggap pelajaran itu merepotkanmu. Membuat kepala pening saja, itu pikirmu. Tapi setelah kamu belajar terus-menerus dan berulang-ulang, akhirnya kamu bisa.

Ingat saat pertama kali bertemu dengan teman dekatmu di SMP? Awalnya kamu bersikap biasa aja. Atau mungkin bersikap sinis padanya. tapi karena tiap hari bertemu dan itu berulang-ulang, akhirnya kamu dekat dengan temanmu.

Dan setelah kamu membaca ini, mungkin kejadian-kejadian yang baru saja aku sebutkan seketika berulang-ulang hinggap di kepalamu. Menyatu dengan perasaanmu dan membiarkan memori itu kian menghinggapimu.

Oh atau singkatnya begini,
Dari hal kecil saja.

Kamu bernapas tiap saat, tiap detik, tiap waktu. Kamu menarik napas dan membuangnya lagi secara berulang-ulang.

Atau begini,
Saat pagi kamu sarapan, lalu siangnya kamu makan siang dan malamnya kamu makan malam. lalu keesokan harinya kamu sarapan, makan siang dan makan malam. Dan seterusnya. Kamu terus menerus melakukan pengulangan itu.

Dari hal kecil saja kamu bisa paham, bukan?

Hidup itu pengulangan. Kalau kamu bosan, kamu bisa memilih tetap menjalaninya atau mengakhirinya. Iya mengakhirinya dan memilih jalan pintas masuk ke neraka. Ga mau kan?
Untuk itu, sebisa mungkin nikmatilah pengulangan dalam hidupmu. Sebisa mungkin....

Karena hidupmu di tempat transit ini -di dunia ini- cuma sekali. dan tidak ada pengulangan.

2 komentar:

Laura Dame Rosa mengatakan...

Hidup itu cuma sekali, jarang terulang, tapi padahal hidup sendiri pengulangan. Unik ya :D

Rhyfhad mengatakan...

karena saya sangat suka dengan blog ini maka saya memberikan sebuah award..

di cek yahh di http://diaryrhyfhad.blogspot.com/2011/04/bagi-bagi-award-tanda-terimakasih-ku.html

makasihh.. :)