Selasa, 18 Januari 2011

bahwa dalam sepersekian detik

Bahwa dalam sepersekian detik, perubahan drastis itu amat mungkin terjadi.

Bahwa dalam sepersekian detik, segala keadaan bisa berubah.
Semua orang bisa berubah sikap, bisa berubah pendapat, bisa saling tidak berkaitan.
Bisa tidak mengenal satu sama lain, bisa saling melupakan, bahkan bisa saling menyayangi.

Bahwa dalam sepersekian detik, segalanya bisa berhenti.
Semua orang bisa keluar, bisa masuk, bisa kembali lagi.

Bahwa dalam sepersekian detik, segalanya bisa menjadi lebih baik, atau lebih buruk.
Semua orang bisa saling belajar, bisa saling menjatuhkan, bisa saling memahami.

Bahwa dalam sepersekian detik, segalanya bisa saja benar-benar mungkin terjadi.

Bahwa dalam sepersekian detik, waktu yang dimiliki bisa saja bermanfaat, bisa saja sia-sia.

Bahwa dalam sepersekian detik itu tidak cukup untuk menggambarkan betapa saya amat bingung dengan segala perubahan yang terjadi.

Bahwa dalam sepersekian detik segalanya terlihat lucu, terlihat pura-pura, terlihat mimpi.

Bahwa dalam sepersekian detik segala hal bisa saja benar-benar berbeda.

Benar-benar berbeda.

Bahwa dalam sepersekian detik ternyata saya telah berubah.

Bahwa dalam sepersekian detik ternyata hidup saya bisa saja benar-benar berbeda.

Bahwa dalam sepersekian detik ternyata semua ini terasa kadang mimpi kadang nyata.

Bahwa dalam sepersekian detik ternyata segala perasaan saya bisa saja campur aduk.

Bahwa dalam sepersekian detik yang saya miliki, benar-benar telah diatur oleh-Nya.

4 komentar:

PakWow_Keren mengatakan...

waktu adalah pedang,,
manfaatkanlah waktumu saat ini,pergunakan dengan sebaik2nya. jangan sampai kau dimanfaatkan oleh waktu...

nice post..!
^_^d

Laura Dame Rosa mengatakan...

karna hanya dengan sepersekian detik pun kehidupan telah berjalan :)

Ibel_abel mengatakan...

Great...........

Anonim mengatakan...

Nice, Nad :)