Minggu, 27 November 2011

a little conversation

S: Why don't you write something seriously and send it to redaction? if you're lucky, you'll be a writer.
M: I'm already :)
S: Already for what?
M: For being a writer.
S: So you're a writer, aren't you?
M: Of course. I'm a writer for my own life.

*kemudian hening*

see the difference

what's on your mind when you see this?

a beach. full of happiness.


it's ordinary to be found. but.....

how about this?






The same degree. The same place.
What makes it difference is: FATE
Ironic.

ps: These photos were taken by me in Tanjung Karang Beach, Palu.

Sabtu, 27 Agustus 2011

sarcasm, huh?

Hello guys! Happy fasting!
Well. I'm in here.

Initially didn't intend to set foot here.
Initially just a fad. But apparently I missed writing.

Now I'm in XI ia 2. Elgrassias. Don't know why, suddenly I can fall in love with this class. But still, this class couldn't change my feeling for X5tream, definitely.
In this grade, I'm starting to think forward. More rational. Be real.
to think, to life, to know, in everything.
Just to make up my mind. just to feel happy again.
Seems like I forget one thing. now, I'm not talking about me.
I just want to discuss about this.....
love.
well, I will discuss about it.
Love. seems like I really am a fool to discuss love.
'love is good. love with sincere. true love.' etc.
Get real!
Love is not about that, dear.
So far, I couldn't find true love like edward to bella in the twilight saga. like snap to lily. I couldn't find.
I just can find about a girl with a broken heart, a girl who just want to moving forward, or yeah whatever. Believe me. Love is not about that.
'And it kicks so hard, it breaks your bones
Cuts so deep, it hits your soul
Tears your skin, and makes your blood flow
It's better that you know that love is hard'
This. From J. Morrison. J. Morrison really know how to describe love. He is too sarcasm, right? But I actually agree with him.
'Love takes hostages
And gives them pain
Gives someone the power
To hurt you again and again
Oh, but they don't care'
That's true! Do you ever think about this? Well, no matter how hard you try to don't make the one that you love being hurted, he/she will be hurted. No matter. I guarantee you. Because when you are in love, you will be fragile. If there is a few bad thing that you don't like happen from the one you love, you just feel the pain. You definitely lie if you said you don't feel the pain or you aren't in love.
Oh, and if they're lucky, yeah
They'll, they'll get to see
And if they're really, really lucky
They'll, they'll get to feel
And if they're, they're truly blessed
Then they'll get to believe
And if you're damned
You'll never let yourself be deceived

yeah this. This is the point. But for me, everyone is blessed. No matter how. Everyone has their own way to find their only one. They just have a time to manage their life, if they're ready to be in love, they will. in the right time, in the right place, in the right feeling. And they don't have a reason to don't be in love or anything.
Just believe in God, right? Surrender to God and everything will be okay in the end :)
Well. that's all from me. I'm not sarcasm enough, right?
Notes:
I write this not to make you afraid to be in love. Of course no. I just want to remind you, to be careful if you're in love. And don't ever give all of your love to your couple. Because when the thing that you don't want is happened, you'll really really down. I'm not knowledgeably. Cause I know how much it hurts btw :p
Sincerely,
N.

Kamis, 04 Agustus 2011

Anggaplah aku adalah si pemula.
Anggaplah aku adalah si baru.
Benar-benar baru.
Bahkan untuk sekedar mengerti saja akupun sungkan.
Anggaplah.

Lalu apa yang akan kamu lakukan untuk si pemula, seperti aku?

Aku hanya ingin tahu.
Sungguh, aku hanya ingin tahu.
Ingin tahu seberapa banyak yang bahkan peduli. Untuk sekedar melihat, atau bahkan melirikku.
Karena aku pemula.

Kenapa?

Karena semakin kesini, semakin ngerasa kalau ada sesuatu yang aneh.
Ada sesuatu yang aneh yang hilang di dalam diriku.
Contoh kecilnya,
Aku kehilangan gaya tulisanku.
Aku seakan-akan lupa, seakan akan tidak pernah menulis apapun dengan caraku.
Terasa lain. Terasa kurang. Terasa kosong.
Bahkan untuk sebuah kausalitas yang akan aku tulis saja, aku tidak tahu.
Benar-benar kosong.
Sungguh. Tulisan ini kehilangan jiwanya.
Jiwa itu -entah apa- entah pergi kemana.

Dan...Tiba tiba males ngelanjutin karena otak ini rasanya -ibarat lidah, lidah ini kelu- seperti kehilangan sesuatu yang seharusnya aku tulis.

Sabtu, 30 Juli 2011

Pernah ngerasain gak,
Ketika kamu bahkan ga tau kamu nangis untuk apa.
Ketika sekujur tubuh kamu seketika menggigil cuma gara gara ngeliat hal yang bener-bener bikin kamu bad mood.
Ketika kamu kayak orang linglung yang lupa jalan pulang cuma gara gara kamu ga fokus.
Pernah ngerasain gak?

Saya sedang.
Dan tolong, itu memuakkan.

Jumat, 29 Juli 2011

how it feels?

A: "Rasanya nangis diam-diam itu ga enak banget, Nay. Sumpah gak enak. Mengganjal. Kamu mau teriak tapi ditahan rasanya kayak gimana sih? ga enak kan Nay? Itu rasanya nangis diam-diam. Dan tolong, kenapa harus ada perubahan? I mean, kenapa harus ada perubahan disaat kita udah bener-bener comfort? Aku ga berharap lebih, Nay. Aku cuma mau semua yang ada disekitar aku, yang bisa bikin aku ngerasa hidup itu ada."

B: "Then what do you want?"

A: "I wanna take it all back."

B: "Ketika perubahan datang, kamu cuma harus mengikuti arah itu. Kamu gak akan punya alasan untuk memintanya kembali. Segala sesuatu pasti berubah. Inilah hidup. And in this life, if you can't make any option, you'll die. Kamu akan tersingkir. Life must go on. Actually, there are many options, Nay. You can stay, or just let it change. Kronis kan? Makanya kamu harus tetep bertahan. Hidup itu kronis. Kronis senengnya, kronis sedihnya, dan segala macam rasa yang kronis. Ayolah, kamu bisa. I'll be your guard, Nay. I'll be the one who nice to you when everything around become annoying. Ayolah ikuti arah. You're young. You're mature. You're strong. You know what's good for you. You know everything'll change. Aku percaya kamu bisa, Nay. Semangat!"

-When heart and brain talk. And when I must make this courage up.

Kamis, 28 Juli 2011

X5tream!

Dear my X5tream,
gue ga tau gue dapet angin apaan tiba tiba tengah malem nulis begini.
yang gue tau gue bener bener dalam posisi yang kangen X5tream banget.
padahal jelas jelas tiap istirahat atau pulang sekolah selalu ngumpul. tapi gue sekarang bener bener kangen X5tream. parah.

berawal dari kebangun dan gak ada kerjaan, gue baca blognya aning, this is it: http://www.mingkemdulu.blogspot.com/
dan gue iseng baca (lagi).
Tiba tiba..pas gue flashback, gue nangis... gatau kenapa. ini refleks. sumpah.
Gue kangen banget sama masa masa itu. masa masa dimana mereka adalah temen sekelas gue dan gue adalah bagian dari X5tream. Dimana hari-hari punya "kita" untuk kita. Sekarang, udah misah. Walaupun masih sering ngumpul tapi kalo jam pelajaran kita misah. Fyi, gue sekarang di kelas XI IA 2.

Gue kangen sebangku sama aning. Gue kangen ngomong "aku" sama vanny sama sara. Gue kangen liatin aning gambar... gue kangen ngantuk ngantukan sama aning pas diajarin pelajaran. Gue kangen dengerin lagu pake headset bareng aning. Gue kangen ngakaknya dira. Gue kangen jayusnya kania. Gue kangen kebayiannya si Lita. Gue kangen polosnya rizka dan baiknya nanas. Gue kangen dania yang suka nyekokin lagu korea segala macem. gue kangen si Jilul yg asal ceplos. gue kangen semua hal yang pernah kita lewatin.... Semuanya. Gue kangen semuanya. Bahkan pas kita di putri duyung cottage dan dufan! Oh God, gue bener bener kangen sama masa masa itu.
Dan tiba tiba terlintas di pikiran gue satu hal, dan gue makin deres....

gue nangis bukan karena gue sok sedih atau semacamnya, guys, sumpah.
gue cuma takut.
takut kalian semua pergi. I mean, berubah.

orang bilang "ada yang datang, ada yang pergi."
Gue tiba tiba takut. Gue takut karena gue sekarang sama IA 2, gue kehilangan kalian. gue gak mau.
Gue sayang kalian, X5tream. Gue nekat nekatin pulang sore mulu *padahal emang dasarnya mau main* padahal udah dikomentarin sama nyokap tentang pulang-harus-langsung-pulangnya dan gue yang ngeles ini itu.
Gue cuma ga mau kehilangan kalian...
Gue cuma tau kalo gue sayang sama kalian. Kalian mood booster gue. siapa lagi yang bakal hibur gue kalo misalnya gue bad mood atau gue lagi mau senangis nangisnya gue nangis?
Siapa lagi yang bakal bantuin gue ngelewatin masa masa sulit?

I just want to spend my time with you, guys. I don't feel bored, at all.
although now I'm part of XI ia 2, I still wanna be with you, My X5tream.
And please. I don't want to lose all of you, even if just one.


Sincerely,
Yours -Nadia Fridasaniya Azaria, #24-

Rabu, 20 April 2011

Hidup itu pengulangan

Waktu kecil.

Ingat tidak pertama kali kamu belajar mengenal angka? Saat belajar mengenal angka untuk yang pertama kalinya, mustahil kalau kamu langsung benar-benar bisa. Kamu pasti mengulanginya lagi hingga kamu pun bisa.

Ingat tidak saat pertama kali mengenal garam dan gula? Karena kamu secara berulang-ulang melihat dan merasakan garam dan gula, maka kamu pun bisa tahu yang mana garam, dan yang mana gula.

Ingat tidak saat kamu belajar membaca? Kata-kata awal yang biasa diajarkan itu seperti ini:
Ini ibu. Ini Adik. Ibu memasak. Adik bermain.
Dan semacamnya. Ingat tidak? Saat itu kamu tidak langsung mengerti. Kamu akan menatap huruf yang tersusun dengan tatapan "ini apa.." atau semacamnya. Dan kamu akan terus mengulanginya, sampai kamu bisa seperti saat ini.

Ingat saat kamu belajar berjalan? Kamu tidak mungkin langsung bisa. Secara perlahan kamu berdiri, lalu melangkahkan kaki, walaupun hampir jatuh tapi kamu tetap mencoba hingga kamu bisa berjalan. Dan hal itu dilakukan secara berulang-ulang.

Ketika kamu mulai memasuki bangku SD.

Ingat tidak saat kamu bertemu dengan teman-temanmu? Awalnya kamu diam, kaku. Tapi secara perlahan dan karena terus menerus bertemu di sekolah maka kamu mengenal mereka. Maka kamu bermain bersama mereka.

Ingat saat kamu belajar berhitung? Awalnya kamu mungkin seperti orang yang kesusahan, susah paham. Tapi karena terus menerus mengulangi, akhirnya bisa.

Ingat saat kamu menghafal rumus saat ada materi fisika di sekolahmu? saat itu mungkin yang kamu rasa seketika kepala pening, rasanya kesal saat kamu susah mengertinya. Tapi karena mengerjakan soal secara berulang-ulang, akhirnya kamu pun bisa.

Ingat saat kamu menghafal pelajaran seperti Ips yang membutuhkan hafalan? Kamu tidak langsung hafal, kamu membacanya berulang-ulang hingga hafalan itu menempel pada kepalamu dan enggan keluar dari otakmu. Hafalan itu berangsur-angsur menjadi memori jangka panjangmu yang secara diluar kepala kamu pun tahu.

Atau ketika kamu SMP.

Ingat saat pertama kalinya kamu mengetahui bahwa kamu tertarik pada lawan jenismu? Saat itu awalnya kamu merasa biasa saja, namun karena pertemuan yang secara berulang-ulang, akhirnya kamu tahu bahwa kamu tertarik pada lawan jenismu itu.
Ingat tidak?

Ingat saat pertama kalinya kamu belajar tentang kimia? Awalnya kamu menganggap pelajaran itu merepotkanmu. Membuat kepala pening saja, itu pikirmu. Tapi setelah kamu belajar terus-menerus dan berulang-ulang, akhirnya kamu bisa.

Ingat saat pertama kali bertemu dengan teman dekatmu di SMP? Awalnya kamu bersikap biasa aja. Atau mungkin bersikap sinis padanya. tapi karena tiap hari bertemu dan itu berulang-ulang, akhirnya kamu dekat dengan temanmu.

Dan setelah kamu membaca ini, mungkin kejadian-kejadian yang baru saja aku sebutkan seketika berulang-ulang hinggap di kepalamu. Menyatu dengan perasaanmu dan membiarkan memori itu kian menghinggapimu.

Oh atau singkatnya begini,
Dari hal kecil saja.

Kamu bernapas tiap saat, tiap detik, tiap waktu. Kamu menarik napas dan membuangnya lagi secara berulang-ulang.

Atau begini,
Saat pagi kamu sarapan, lalu siangnya kamu makan siang dan malamnya kamu makan malam. lalu keesokan harinya kamu sarapan, makan siang dan makan malam. Dan seterusnya. Kamu terus menerus melakukan pengulangan itu.

Dari hal kecil saja kamu bisa paham, bukan?

Hidup itu pengulangan. Kalau kamu bosan, kamu bisa memilih tetap menjalaninya atau mengakhirinya. Iya mengakhirinya dan memilih jalan pintas masuk ke neraka. Ga mau kan?
Untuk itu, sebisa mungkin nikmatilah pengulangan dalam hidupmu. Sebisa mungkin....

Karena hidupmu di tempat transit ini -di dunia ini- cuma sekali. dan tidak ada pengulangan.

Selasa, 18 Januari 2011

bahwa dalam sepersekian detik

Bahwa dalam sepersekian detik, perubahan drastis itu amat mungkin terjadi.

Bahwa dalam sepersekian detik, segala keadaan bisa berubah.
Semua orang bisa berubah sikap, bisa berubah pendapat, bisa saling tidak berkaitan.
Bisa tidak mengenal satu sama lain, bisa saling melupakan, bahkan bisa saling menyayangi.

Bahwa dalam sepersekian detik, segalanya bisa berhenti.
Semua orang bisa keluar, bisa masuk, bisa kembali lagi.

Bahwa dalam sepersekian detik, segalanya bisa menjadi lebih baik, atau lebih buruk.
Semua orang bisa saling belajar, bisa saling menjatuhkan, bisa saling memahami.

Bahwa dalam sepersekian detik, segalanya bisa saja benar-benar mungkin terjadi.

Bahwa dalam sepersekian detik, waktu yang dimiliki bisa saja bermanfaat, bisa saja sia-sia.

Bahwa dalam sepersekian detik itu tidak cukup untuk menggambarkan betapa saya amat bingung dengan segala perubahan yang terjadi.

Bahwa dalam sepersekian detik segalanya terlihat lucu, terlihat pura-pura, terlihat mimpi.

Bahwa dalam sepersekian detik segala hal bisa saja benar-benar berbeda.

Benar-benar berbeda.

Bahwa dalam sepersekian detik ternyata saya telah berubah.

Bahwa dalam sepersekian detik ternyata hidup saya bisa saja benar-benar berbeda.

Bahwa dalam sepersekian detik ternyata semua ini terasa kadang mimpi kadang nyata.

Bahwa dalam sepersekian detik ternyata segala perasaan saya bisa saja campur aduk.

Bahwa dalam sepersekian detik yang saya miliki, benar-benar telah diatur oleh-Nya.

Minggu, 09 Januari 2011

In another place, you'll regret it.
In another case, you'll understand.
in another duty, It'll work.

Right?
Untuk liburan yang baru saja saya dapatkan,
It was wonderful holiday.

Segala hal kompleks yang bercampur ruah dengan perasaan, entah apa.
Segala perubahan yang terjadi karena disengaja, atau memang begitu adanya.

Alangkah bersyukurnya saya punya banyak saudara.

I feel like I have new brothers and sisters. Lengkapnya seperti mendapat 'kakak' yang saya inginkan sejak lama.
Kenapa? karena jadi anak pertama itu....berat.
punya tanggung jawab untuk ngasih contoh yang baik untuk satu satunya adik terbaik saya.
karena jadi anak pertama itu gaboleh manja, harus dewasa.
dan hal yang paling saya inginkan, karena jadi anak pertama itu ga punya kakak yang bisa jadi sandaran, yang bisa jadi bisa ngerti apapun, walaupun ga sengerti orang tua.

liburan saya itu penuh, penuh sama perasaan saya sendiri, penuh sama kesenangan keluarga, dan penuh sama kebingungan saya akan kehidupan saya.
....dan terkadang penuh sama tangisan dan teriakan saya yang gamungkin saya perlihatkan ke orang lain.

Kenapa? karena ada hal 'berat' yang gak bisa dikasih tau ke orang lain.
Karena......ada sesuatu yang mungkin ga dialami orang lain.

dan di liburan saya penuh sama alam! Ah, I can't imagine how much I love nature. How much I love the atmosphere in there. Saya janji saya akan posting fotonya nanti.
Beda banget sama disini. sumpek, sesak, capek. kayaknya disana saya terlalu banyak menikmati waktu yang saya miliki, jadi begitu disini.....saya jadi agak malas. Ah how stupid. -anyway jangan contoh saya.

Atas segala resolusi 2011 yang saya buat, atas segala kebaikan yang saya rencanakan dan mungkin menunggu untuk terlaksana, atas liburan yang saya dapatkan,

Terimakasih Allah......

I'm quit, for good

Ternyata, untuk sebuah penyelesaian, saya keluar.

Keluar dari sebuah hal yang memang harus segera diselesaikan
keluar dari segala hal yang bisa saja menjadi kebohongan, menambah kesalahan
keluar dari kecurigaan yang terasa sangat pahit

untuk kebebasan sejenak yang mungkin bisa didapatkan
agar terbebas dari rasa sesak yang melimpah ruah

ya, semoga penyelesaian ini hal yang benar.
Semoga tidak ada penyesalan, Amin.