Rabu, 10 November 2010

different

Different people. Different situation. Different things.

terlalu banyak perbedaan yang ga bisa diungkapkan juga satu-satu.
Perbedaan. Menurut gue, perbedaan itu relatif. tergantung persepsi tiap orang dalam memandang perbedaan itu.
Sebagian orang melihat perbedaan itu justru menghancurkan, tapi sebagian orang berpendapat perbedaan itu dapat membuat kuat, semakin kuat hingga menjadi satu.

Saya atau kamu, saya dan kamu, atau lebih mudah dikatakan kita,
secara resmi dikatakan berbeda.
Dari segi fisik, sifat, kebiasaan. Berbeda. Tidak ada yang persis sama, kan?

Kita lahir dalam waktu dan keluarga yang berbeda.
Kita tumbuh dalam lingkungan yang berbeda.
Kita berkembang dengan jangka waktu yang berbeda.
Kita belajar dengan cara yang berbeda.

Tapi kita itu saudara.
Semua manusia di dunia ini pada hakikatnya saudara.
Saudara itu punya hubungan erat satu sama lain.
Saling menghargai. Saling mengerti.

Tapi sekarang situasi berbeda.
Kita -saya dan kamu- bukan lagi saudara seutuhnya seperti yang dikatakan oleh guru waktu SD.
Kita bisa pecah kapanpun, kita bisa menyatu tapi menyatu itu lebih sulit daripada memecahkan.
Kita menjaga, lalu kita hancurkan dengan mudahnya.

Dan itu hanya karena perbedaan.
Perbedaan waktu yang kita miliki, perbedaan jarak yang kita punya, dan sekian banyak perbedaan membuat kita semakin lemah. Membuat kita tak mampu bertahan.
Perbedaan pendapat, perbedaan pemikiran, perbedaan kemauan.
Dan perbedaan itu rasanya sebagai semua jembatan penghalang, jembatan yang kiranya sangat jauh.

Perbedaan.
Kita -saya dan kamu- rasanya sudah cukup mengerti dan paham tentang makna perbedaan dan penyatunya.
"Putuskan saja jembatan itu." Kalau diputuskan, lantas kita menyebrang menggunakan apa?

Gambarannya, saya di pulau A dan kamu di pulau B. Bagaimana kita bertemu di pulau C kalau jembatan penghubung saya dan kamu sudah tidak ada?

Bagaimana saya dan kamu bisa menyatu kalau perbedaan itu tidak ada?

Kita menjadi satu karena perbedaan telah berhasil kita singkirkan secara alamiah. Tanpa buatan. Tanpa paksaan.
Kita menjadi satu karena perbedaan membuat kita paham dan membuat kita kuat.

Kalau kita ga bisa terima perbedaan itu, kita ga akan jadi satu.
Kalau kita memaksakan perbedaan itu, kita ga akan selamanya menjadi satu. Akan pecah. Akan hancur. Kamu ga mau kita hancur, kan?

Selamat belajar menghadapi perbedaan, kawan. Enjoy your day!

Tidak ada komentar: