Rabu, 26 Mei 2010

someone who can (not) be moved

lagi lagi begini.
ketika saya bingung, segala yang ada di pikiran saya hilang.
saya mau posting apapun juga saya ga tau.
karena emang ga mau tau apa yang saya tulis sekarang. berusaha untuk ga peduli, kali ini.

dan lagipula, ah. saya benci perasaan ini.
I'm feeling guilty and will be ignored :(

saya benci ketika saya sendirian.
membiarkan pikiran saya kosong sesaat. mengenang.
dan ya, kali ini sepi.

saya benci ketika saya merasa bersalah.
membiarkan perasaan ini membenci diri saya sendiri.

saya benci ketika saya merasa seperti ini.

dan terlebih, saya benci sakit hati.
membiarkan perasaan ini tercabik, terluka, menangis. dan tidak tau sampai kapan berhenti.

saya bilang apa, gak akan ada yang bisa menunggu sekian lama, orang terakhir yang saya tau saja dia.
saya bilang apa, gak akan ada yang bisa menghapus luka setelah benar-benar terluka.
saya bilang apa, sayangnya kamu gak pernah mau dengerin saya.
saya bilang apa, ah sekarang kamu yang terluka sendirian.
saya bilang apa, sekarang kamu yang menangisi keputusanmu kan Nad.
saya bilang apa, sekarang kamu yang menyesal, ya kan Nad?

saya bilang juga apa.

percuma kamu menangis.
percuma kamu dengerin lagu itu beberapa kali, dan meyakini diri kamu sendiri kalau masih ada yang bisa menunggu.
percuma Nadia, percuma.

saya bilang juga apa.

apapun yang kamu lakukan untuk menunggu orang yang ingin menunggu itu percuma.
sekarang apa?
kamu bisanya nangis, marah, kecewa. ya kan Nad?
sekarang apa Nadia?

dengerin saya, gak ada orang yang bisa menunggu!
gak akan pernah ada, atau kalaupun ada, ya orang terakhir itu dia, Nad.

ah, saya dibentak oleh pikiran saya.
lalu sekarang saya harus apa?
saya mungkin terlalu mengikuti perasaan saya.
saya mungkin terlalu dihasut oleh lagu itu, lagu yang menggambarkan bahwa ada yang bisa menunggu.
kenyataannya apa? ga akan pernah ada.
bohong. semua yang orang bilang itu bohong.
ga akan pernah ada. dengarkan.
ga akan pernah ada.

lalu sekarang apa?
menangis? ah sudah terlalu basi untuk menangisi kesalahan sendiri.
diam? menyesal? ah itu sakit.
lalu apa?
apa yang bisa saya lakukan sekarang?

ga akan pernah mau mendengar lagu itu lagi?
bodoh, sudah telat.
rasanya kamu harus mendengarkan lagu itu beberapa bulan yang lalu. oh ya, kalau perlu sejak kamu lahir biar kamu tau bahwa gak akan ada seorang pun yang bisa menunggu.

ah, tuh kan sakit sendiri.

tuh kan benci.

sekarang apa?
menyalahkan orang lain?
kadang menyalahkan orang lain atau sesuatu hal bisa sedikit melegakan perasaan kita. sekarang, siapa yang bisa saya salahkan?

tuh kan saya rasanya sudah bosan.
sangat bosan.
saya butuh orang yang bisa menemani saya di keadaan ini.
tapi kenyataannya ga ada. mereka, orang orang itu sudah sibuk dengan hidup mereka sendiri.
dan saya disini? sendiri.
tuh kan jadi labil.
perasaan ini nih yang bikin saya benci sebenci bencinya.
tolong......

sangat labil kali ini, maaf.

maaf karena saya berfikir sebelumnya bahwa ada yang bisa menunggu, kenyataannya tidak.
maaf karena saya berfikir sebelumnya bahwa saya harus mengikuti lagu itu, padahal jangan.

maaf beribu maaf untuk segala kesalahan saya.

maaf untuk sebuah kenyataan pahit yang harus ada ini.

maaf untuk tiap kata yang kadang menyinggung.

maaf untuk luapan emosi ini.

maaf untuk ribuan kesalahan di hidup saya.

maaf.....

PS: kadang saya ingin merubah ketika saya merasa emote saya :( atau :'( menjadi ini ---> :) atau :')

2 komentar:

Pak_Wow mengatakan...

ada suka ada benci...
alangkah bijak jika hidup ini kita warnai dengan cinta dan sayang...

Nadia Fridasaniya Azaria tentang hidupnya mengatakan...

sayangnya sekarang saya tidak tau apa yang harus saya lakukan :(