Kamis, 27 Mei 2010

I always try

Saya selalu berusaha untuk belajar.

belajar untuk mengerti apa yang sedang terjadi. belajar untuk menjalani setiap waktu yang diberikan.
belajar untuk menikmati hidup ini. belajar untuk bersyukur kepada apa yang Allah berikan.
belajar untuk menghadapi segala masalah. belajar untuk tidak menyangkal segala kesalahan.
belajar untuk nyaman dengan kehidupan saya.
belajar untuk tidak emosian. belajar untuk menahan emosi saya, menahan luka saya.
belajar untuk menyelami kemampuan saya. belajar untuk memahami kekurangan saya.
belajar untuk menjadikan kekurangan itu sebagai kelebihan saya.

tapi kadang saya ga bisa. saya kalah.

kadang saya ga bisa mengendalikan apa yang harus saya pelajari.
kadang saya ga bisa berhenti untuk bersikap seolah olah hati ini tidak sakit. intinya, membohongi saya. membohongi hati.
kadang saya berpikir kenapa saya bisa seperti ini.

kenapa saya harus rapuh seperti ini, kenapa saya harus selalu punya sifat negative thinking.
kenapa saya selalu bersikap seolah olah benteng di diri saya ini belum cukup kuat untuk menghadapi masalah.
kenapa saya kadang takut untuk keluar, menghadapi masalah.
dan kenapa saya selalu berharap untuk selalu tinggal di dalam, mengintip-intip untuk bisa mencari celah, berusaha melihat jendela dunia.

dan berbagai macam pertanyaan kenapa pantasnya hidup di dalam diri saya.

saya selalu berusaha bersikap dewasa.
saya mencoba bertahan ketika diri saya sudah selayaknya berhenti.
saya mencoba diam daripada menghadapi pertengkaran yang menjatuhkan.

tapi kenapa saya masih merasa saya bodoh, saya salah, saya pantas untuk merasa seperti ini?

saya selalu berusaha mencari yang terbaik.
saya selalu ingin menggunakan waktu saya untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.

tapi kenapa jatuhnya malah plin-plan?

seolah-olah saya ini memaksakan. memaksakan apa yang ga bisa saya dapatkan.

tapi nggak.
saya berusaha untuk selalu bersyukur kok.
saya sadar saya harus selalu hidup dengan rasa syukur.
saya harus berusaha kalau saya mau.
saya bisa, saya mampu.

tapi kadang hati ga sesuai sama apa yang saya inginkan.

walaupun saya mau, kadang hati kecil saya ragu.

ini, jadi seperti abu.
yang mau ga mau saya berikan pemikiran tabu.
atau suara hati yang sebenarnya ingin merdu.
tapi hati ini pilu.
kosong, hampa seperti debu.

dan kini saya kebingungan untuk sebuah hari yang baru.

2 komentar:

Pak_Wow mengatakan...

selalu mencoba dan belajar untuk lebih baik..
pastikan try and success...

Nadia Fridasaniya Azaria tentang hidupnya mengatakan...

iyaaa :) hehe