Sabtu, 22 Mei 2010

how to love your life

kali ini, disini, dengan kesedihan yang sedikit berbeda.
bukan seperti kehilangan, rindu atau seperti apapun.
bukan tentang kekasih, sakit hati, atau perasaan yang membuat sebagian insan menjadi labil dan tak terkendali.
tapi ini tentang kasih, dan cara untuk mencintai.
tentang menghargai, atau lebih tepatnya bersyukur.

kadang, kita lupa sama apa yang telah Allah kasih.
kita merasa kita mendapatkan hal itu dari diri kita sendiri.
lalu kita akan menangis, memohon ampun dan memohon karunia dari Allah ketika kita jatuh.

saya ulang ya, ketika jatuh.

padahal nggak, kita harusnya bersyukur, memohon ampun, memohon rezeki di semua keadaan.
karena Allah maha Adil, Allah tau apa yang kita butuhkan.

sebenarnya saya tuh nulis ini juga bukan untuk merasa sok bahwa saya pandai bersyukur, bukan.
tapi ini cuma peringatan, cuma saran dari seorang gadis yang dibilang masih muda, tapi selalu berusaha bersikap dewasa.

lalu, disinilah kita.
dengan keadaan yang kita jalani.

saya cuma sedih dengan apa yang saya alami.
terharu bercampur malu.

kemarin tuh saya dari Mall Metropolitan, mau ke Giant, mama saya ada perlu disana.
hujan turun dengan lebatnya, dengan anggunnya.
saya menatap para ojek payung, pandangan saya gak tega, lalu saya memberi usul untuk menyewa satu payung.
dan mama saya setuju.

Mama saya memilih seorang anak yang umurnya sekitar saya, dan tebak apa? anak itu mengucapkan kata, "Yes!" dengan wajahnya yang sumringah, dengan senyumnya dan Subhanallah, wajahnya terlihat sangat senang.

awalnya saya biasa saja, cuma merasa senang melihat wajahnya. merasa senang melihat ada sinar di matanya.
tapi perlahan saya menjadi sedih sendiri, melihat anak itu di belakang dan mengikuti saya, bukan ikut berada di payung itu, tapi diluar payung dan mengikuti saya dan mama saya.
dan dia disamping saya ketika menyebrang. melindungi saya dan mama saya, hujan yang mengenai kepalanya tidak ia abaikan. tangannya memberi tanda bahwa ingin menyebrang, dan sungguh, air mata saya perlahan menetes. dan saya menangis perlahan dalam hujan, merasa sedih, terharu dan malu.

ketika sampai, saya memberinya uang, dan ia menjawab, "makasih ya." dengan senyum yang sangat menyenangkan. tau tidak? saya ingin menangis melihatnya. terharu, sumpah. saya tau ia tidak berbohong. saya melihat ada sinar di matanya. rasanya saya ingin pulang saja, membawanya dan menjadikannya kakak saya atau adik saya, atau saudara saja, sungguh.

saya hanya tidak tega melihat anak yang seharusnya saat itu bersama orang tua mereka, tapi malah menjadi ojek payung dan kehujanan.
saya saja kalau kehujanan pasti sinusnya kambuh dan pusing.

lantas bagaimana dengan mereka?

saya sedih, malu. merasa tidak bersyukur dengan apa yang telah saya miliki.
merasa tidak menghargai apa yang saya dapatkan.

sesuai dengan judulnya, bagaimana untuk mencintai hidupmu.
berusahalah untuk menghargai setiap detik yang kamu miliki.
berusahalah untuk mencintai hidupmu dengan sebaik-baiknya, seolah olah kamu akan mati besok.
berusahalah untuk selalu mensyukuri apa yang kita dapatkan.
karena tuhan selalu memberi apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Allah tau kenapa kita begini-dan Allah tau kenapa kita begitu.
sekarang bagaimana caranya kita mensyukuri dengan cara kita, dengan cara yang dilakukan oleh sejuta umat di dunia.

dan saya disini.
cuma berusaha untuk menjaga apa yang telah berada di sekitar saya, menyayangi orang di sekitar saya.
mimpi saya untuk membuat panti asuhan, panti jompo itu pun semakin tinggi.

Allah pasti bisa mengabulkan niat baik, bukan? :)

cintai hidupmu. jalanilah.
bayangkan mereka, mereka yang tinggal di jalanan, mencari uang demi sesuap nasi.
bayangkan mereka, mereka yang berjuang melawan penyakitnya.
bayangkan mereka, mereka yang tidak pernah lelah untuk berusaha.
bayangkan mereka, mereka yang tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.
bayangkan mereka, mereka yang selalu jatuh namun perlahan berhasil.
bayangkan mereka, mereka yang berusaha dan tidak pernah putus asa.
bayangkan mereka, mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai.
bayangkan mereka, mereka yang rumahnya kebakaran dan mereka tidak bisa menyelamatkan apapun.
bayangkan mereka, mereka yang berpisah dengan keluarganya.
bayangkan mereka, mereka yang merindukan arti orang tua dalam hidup mereka.
bayangkan mereka, mereka yang mencoba bertahan di setiap keadaan.
bayangkan mereka, mereka yang dijatuhkan orang lain namun tetap tersenyum.
bayangkan mereka, mereka yang tidak pernah mengeluh.

bayangkan mereka.

Tuhan selalu adil, kan? jangan pernah menyesali yang sudah terjadi. karena penyesalan tidak pernah ada habisnya sampai kamu menyadari, betapa berarti hidup ini.

2 komentar:

eka mengatakan...

Niat baik selalu dikabulkan. Sependapat, Nadia :)

Nadia Fridasaniya Azaria tentang hidupnya mengatakan...

makasih ya :)