Sabtu, 03 April 2010

perpisahan

perpisahan itu pasti sedih.
lekat dengan air mata, haru, kesedihan bercampur kebahagiaan.
antara melepaskan dan membiarkan orang baru datang ke hidup kita.
membiarkan kita mengenal satu sama lain kembali, lalu beradaptasi.

mengenal satu sama lain lagi, ah jujur aku rasa sulit.
sangat sulit kembali membiarkan dan melepaskan.
sangat sulit menjaga kembali lalu suatu saat pun ingin dilepaskan.

sulit untuk menerima
sulit untuk tidak ingin kembali
sulit untuk berlari lagi, mencari jalan kita lagi

melepaskan semuanya,
temanmu, sahabatmu, pacarmu atau ya, semuanya.
tidak ada lagi suasana sekolah yang biasa didapatkan, tidak akan ada lagi.

karena hidup selalu berjalan,
karena roda akan terlalu berputar,
dan bumi akan tetap berotasi sampai akhirnya akan hancur.

karena air mata tidak akan mengembalikan semuanya.
tidak akan pernah.

aku rasa para pencipta film, atau novelis dan cerpenis menciptakan time machine karena mereka pun menyadari keterbatasan manusia untuk mengulang.
dan imajinasi mereka membiarkan mereka menciptakan mesin itu untuk mereka sendiri.
untuk dunia mereka sendiri, bukan dunia ini.

ya, bukan di dunia ini.
salah kalau mengharapkan mesin itu.
bahkan mungkin dapat diberikan cemoohan dari berbagai kaum.

segala pencapaian dan angan itu sedikit terlupakan, mungkin.
ah, sulit.

anyway sudah berapa kali aku mengatakan sulit?

sulitnya beradaptasi.
sulitnya mencari.
sulitnya menemukan.
sulitnya bersama.
sulitnya berpisah kembali.
dan sulitnya menjaga perasaan.

but when we're in the last part, we know, we will love anyone else, we will with anyone else.
or we will alone, we will find our ways, for sure.

dari yang pergi, maka akan datang lagi orang baru. tuhan selalu adil, bukan?

2 komentar:

OEN-OEN mengatakan...

tak selamanya perpisahan menyedihkan kq

Nadia Fridasaniya Azaria tentang hidupnya mengatakan...

semoga