Kamis, 18 November 2010

and I call them.....

I'm gonna miss them.
Miss every parts when they come.
Miss every moments when they happen.

I'm gonna miss them.
They probably leave, although I don't know why.
And if I'm missing them, so what?

I don't know how to make it happen again.
I just understand how to make it better than I know.
And when they're leaving, what must I do?

'They' are good things in my life. They have so many kinds. There are best, real, fake.
I miss them although it really waste my time.
How can I miss them when I know that won't ever happen in twice?
How can I miss them when I know that they don't miss me back?

A silly one, right?
But I miss them damn much, a little too late to regret, a little to often, a little to much.
Am I wrong if I'm still believe that I can back to them?
Am I wrong if there's still be a believable?

Am I wrong?

anyway, I want you to know the right things.

When you miss them, they go.
When you thinking of them, they maybe understand but they can't come again.
When you go, they always catch you.
When you cry, they will entertain you.
When you leave, they will make you to remember them.

They still be the past, some of them is the best things in your life, it relative as you know.

And I call them.....

MEMORIES.

Rabu, 10 November 2010

different

Different people. Different situation. Different things.

terlalu banyak perbedaan yang ga bisa diungkapkan juga satu-satu.
Perbedaan. Menurut gue, perbedaan itu relatif. tergantung persepsi tiap orang dalam memandang perbedaan itu.
Sebagian orang melihat perbedaan itu justru menghancurkan, tapi sebagian orang berpendapat perbedaan itu dapat membuat kuat, semakin kuat hingga menjadi satu.

Saya atau kamu, saya dan kamu, atau lebih mudah dikatakan kita,
secara resmi dikatakan berbeda.
Dari segi fisik, sifat, kebiasaan. Berbeda. Tidak ada yang persis sama, kan?

Kita lahir dalam waktu dan keluarga yang berbeda.
Kita tumbuh dalam lingkungan yang berbeda.
Kita berkembang dengan jangka waktu yang berbeda.
Kita belajar dengan cara yang berbeda.

Tapi kita itu saudara.
Semua manusia di dunia ini pada hakikatnya saudara.
Saudara itu punya hubungan erat satu sama lain.
Saling menghargai. Saling mengerti.

Tapi sekarang situasi berbeda.
Kita -saya dan kamu- bukan lagi saudara seutuhnya seperti yang dikatakan oleh guru waktu SD.
Kita bisa pecah kapanpun, kita bisa menyatu tapi menyatu itu lebih sulit daripada memecahkan.
Kita menjaga, lalu kita hancurkan dengan mudahnya.

Dan itu hanya karena perbedaan.
Perbedaan waktu yang kita miliki, perbedaan jarak yang kita punya, dan sekian banyak perbedaan membuat kita semakin lemah. Membuat kita tak mampu bertahan.
Perbedaan pendapat, perbedaan pemikiran, perbedaan kemauan.
Dan perbedaan itu rasanya sebagai semua jembatan penghalang, jembatan yang kiranya sangat jauh.

Perbedaan.
Kita -saya dan kamu- rasanya sudah cukup mengerti dan paham tentang makna perbedaan dan penyatunya.
"Putuskan saja jembatan itu." Kalau diputuskan, lantas kita menyebrang menggunakan apa?

Gambarannya, saya di pulau A dan kamu di pulau B. Bagaimana kita bertemu di pulau C kalau jembatan penghubung saya dan kamu sudah tidak ada?

Bagaimana saya dan kamu bisa menyatu kalau perbedaan itu tidak ada?

Kita menjadi satu karena perbedaan telah berhasil kita singkirkan secara alamiah. Tanpa buatan. Tanpa paksaan.
Kita menjadi satu karena perbedaan membuat kita paham dan membuat kita kuat.

Kalau kita ga bisa terima perbedaan itu, kita ga akan jadi satu.
Kalau kita memaksakan perbedaan itu, kita ga akan selamanya menjadi satu. Akan pecah. Akan hancur. Kamu ga mau kita hancur, kan?

Selamat belajar menghadapi perbedaan, kawan. Enjoy your day!

damn, it happens to me too!

Tumblr_l8ic2pvecl1qbwqkvo1_400_large

And now I need you, for sure.

Tumblr_l84geaztcr1qaobbko1_400_large

right?

Hello everybody.

Now, Are you feeling unwell? N'ah. Read it. Feel it.


"close your eyes, feel the pressure. you won't ever get the same thing like this anymore. This won't be happen in twice, you must realize it. Hey, listen to me. Perfectly you can hold on. Just smile, let it go. you'll be okay. Just hold on. Please, hold on. It will be a nice experience. And good things will come to you. Believe it. Believe me. Once again, believe yourself. You'll find your own way. Just hold on and handle it. Everyone loves you. They can't see you in your weakness. This is your day. Let's find your own way!"

- N -

Now, what's on your mind? I think you can handle it if you want. right?

Kamis, 23 September 2010

hellaw

Bonjour à tous

I miss you my blog, for sure.
maaf ga pernah update lagi, maaf banget. udah lama ga buka blog atau fb lagi. internetan juga kalo ada tugas, itu juga bener bener cari tugas. kebanyakkan juga buat presentasi atau mau cari arti atau penjelasan dari sesuatu *nangisdarah* pokoknya bener bener susah deh. maaf ya maaf.

Cuma mau cerita di SMA ini. SMA tuh gimana ya...beda banget sama SMP. pantes aja banyak guru yang bilang "SMA tuh beda sama SMP, jangan samain SMA sama SMP" atau ngga "jangan bawa kebiasaan kamu di SMP kesini" gitu deh kira-kira.

pokoknya tuh bener bener kerjaannya harus belajar dan belajar. di kelas tuh gue...gimana ya berasa paling bego. iyalah ya, banyak banget yang pinter, kalo udah sama yang pinter tuh gue ngerasa cipil banget ih parah. dan nilai gue tuh ya...aduh parah deh. kalo di smp, ulangan ga belajar tuh santai ga bakal kenapa kenapa nilai juga aman, tapi kalo di sma? harus belajar kalo mau ada ulangan. di SMP kalo belum ngerjain tugas juga santai masih bisa ngerjain nanti tapi di SMA? duh susah deh kalo ada pr. pokoknya rasanya mau jedotin kepala sendiri ke tembok -___- oh iya kalo di SMP tuh remed tuh ga biasa. keliatan banget begonya!! ke-li-a-tan! kalo di SMA remed....biasa katanya. aduh gataudeh nasib gue gmn ya Allah mau pinter :(

tau gini mending gue gausah mau cepet lulus SMP aja ya? ah.. ga bersyukur lo Nad -___-

tapi gimana pun caranya harus semangat! gaboleh kalah! yang lain aja bisa kenapa gue engga? ya kan? ya kan? *ga ada yang jawab* entah kenapa gue berasa dora ._____.

makin ngaco, goodbye! love ya see ya next time!

Rabu, 01 September 2010

to let it go

pernah ngerasa susah untuk ngelepasin sesuatu atau seseorang?
pernah ngerasa kehilangan?
pernah ngerasa dalam keadaan yang sangat sulit atau bisa dibilang masa masa tersulit?

semua pasti pernah.
karena ada hal hal yang sulit untuk dilepaskan, orang yang sulit ditinggalkan, tapi -gimanapun caranya- hal itu harus dilakukan. segala keadaan ga akan pernah sama kan? ga akan.

mungkin, udah sering ya ditulis di blog ini. orang orang selalu datang dan pergi. mereka -orang orang itu- ga punya banyak alasan untuk tinggal, kecuali kalau mereka memang benar benar harus tinggal atau kamu yang punya keberanian untuk memintanya tinggal.

atau waktu kamu kehilangan barang? atau yang paling sering terjadi, kehilangan seseorang yang kamu sayang. Dan kamu harus melakukan banyak cara untuk melepaskannya. Walaupun banyak orang berpikir mereka harus melupakan orang itu, tapi menurutku, seseorang ga akan bisa melupakan orang yang pernah ada di hidup dia. yang bisa dilakukan itu cuma melepaskannya pergi.

Belajar ikhlas. Kamu bisa bersikap rela atau ikhlas, asal kamu mau untuk mencoba. niat dari hati juga udah cukup walaupun caranya susah. ikhlas kalau keadaannya emang harus berubah dan ga akan pernah bertahan lama. I mean, segala sesuatu itu bisa berubah -kapanpun, gimanapun caranya- dan kamu ga akan punya banyak alasan untuk membiarkannya tetap seperti itu.

Terima kenyataan. Terima kenyataan kalau ternyata hidup itu ga mudah. tiap orang akan tumbuh, akan mengalami tingkat buruk dari kehidupan dan hal itu yang mendewasakan diri.

Koreksi diri, ambil hikmahnya. Segala sesuatu yang terjadi itu kan pasti ada sebabnya. koreksi diri, apa ada yang salah dari kamu, lalu berubah. buat perubahan yang baik untuk diri sendiri. ambil hikmah dari kejadian itu. segala sesuatu terjadi pasti ada hikmahnya.

and here we go...

to love someone you loved, you just have to stay, or let him/her go

basi kan kata kata itu? iya sih. tapi emang bener. ketika kita menyayangi seseorang, untuk kebahagiaannya, kita bisa tetap tinggal atau melepaskannya.
untuk kebaikan bersama walaupun susah.

Berusaha melupakan bukan jalan terbaik. Malah sebaliknya semakin membebani.
Tetapi sekedar melepaskan "bangkai" itu dan melihat bahwa banyak hal yang
seharusnya ditempatkan sebagai kadaluarsa adalah jalan keluarnya
- Dewi Lestari

kalo ini, kayaknya kamu bisa ambil kesimpulan sendiri.
"bangkai" itu diartikan sebagai kesalahan di masa lalu,
dan "kadaluarsa" itu sudah habis masanya.
atau sudah waktunya untuk selesai, dan bukan akhir.

anyway, makasih udah membuang waktu untuk baca ini.
entah dibaca atau cuma sekedar dilihat doang, tapi terimakasih :)

PS: sebenernya ga mau bahas ini. Terlalu ngebahas perasaan dan ga seharusnya dibahas lagi.
tapi Nadhira minta saya untuk nulis ini.
Jadi ya mau nulis tentang ini deh. semoga bermanfaat :)


new

hidup baru.
seragam baru.
sekolah baru.
teman baru.
materi pelajaran baru.
jadwal baru.
tahun yang baru.

cita cita lama.

Senior High School

halo!
I'm in senior high school now.

hal yang gue mau dari dulu, dari smp kelas 3. tapi ternyata SMA ga sebagus yang gue kira. ga seindah yang gue pikirin. ga seasik yang gue mau.
oke kembali ke topik awal.

gue sekarang sekolah di SMAN 1 Bekasi, kelas X.5. awal masuk sekolah ini..... degdegan. gue takut ga bisa adaptasi. gue takut ga ada temen. gue degdegan mikirin temen temen gue nantinya kayak apa.
waktu MOS, gue di kelompok 4. this is a good way to start for me. asik banget kelompoknya. solidaritasnya tinggi satu sama lain. waktu baju gue dicoret *jangan tanya dicoret kenapa* mereka yang ngehibur gue, mulai dari fatimah yang nemenin gue kemana mana, ishmah yg meluk gue waktu gue mau nangis dan mayoritas menghibur gue. intinya gue seneng di kelompok ini :D

dan waktu hari apa gitu ya, kalo ga salah hari sabtu itu dikasih tau kelasnya dan dikasih tau sistem moving class.
awal sekolah sih asik. walaupun rada stress liat pelajarannya, tapi yaudahlah gue kira gue harus dan mau ga mau mengikuti sekolah ini. terima aja, tanpa penolakan. tapi semakin kesini gue sadar,

kalo SMA itu ga sebagus yang gue kira.
kalo SMA itu ga seasik yang gue harapkan.
kalo SMA itu ga sebaik yang gue mau.

tapi terima aja, tanpa penolakan. walaupun mau mati liat nilai gue yang kayak gunung gitu, naik turun ga ada wujud, bikin kesel, tapi terima aja.

someday I'll find my way and get my best.

seenggaknya....kata kata itu bisa bikin gue bertahan, untuk terus berusaha dapetin nilai tinggi dan PTN! oke ini awal gue untuk mencapai yang gue mau.

wish me luck guys :)

Senin, 30 Agustus 2010

I'm back

halo :)

ngerasa bersalah banget sama blog ini. anyway gue meninggalkan blog gue semenjak gue mulai masuk SMA. and it means two or three years I leave this blog. haha boong deng. itu lebay banget. cuma beberapa bulan kok.

mungkin ada yang baca posting kali ini dan bersyukur liatnya *ngarep* atau ada yang ga sengaja baca posting ini lalu sangat tidak menyukai kehadiran gue di blog gue dan berharap gue menghilang atau meninggalkan blog gue lagi. yaa dunia ini luas banget, jadi ga mungkin banyak orang suka sama gue tanpa ada yang ga suka sama gue. itu ga mungkin banget. Nabi Muhammad aja selama hidupnya ada yang suka ada yang engga kan? apalagi gue yang cuma manusia biasa ini *brb nangis*

Ya kembali ke topik.
Mungkin ada yang bingung gue masuk ke mana (lagi-lagi, mungkin) dan gue jawab nih ya. Gue sekolah di SMAN 1 Bekasi. selengkapnya gue jelasin di posting berikutnya *gak mau rugi*

so, here I am. beberapa waktu ke depan gue akan jelasin tentang hidup gue. Ma vie personnelle.

Hope you enjoy it!

Nadia

Sabtu, 10 Juli 2010

I need someone who can makes me relieved. but....who????

I really need. please :'(

Minggu, 27 Juni 2010

I miss you.

I miss a moment when you sing, when you laugh, when you said, "Please stop, it just make want to cry." then you go. I miss when you run. I miss a moment when you play a football and you fall. You said its hurts. I miss a moment when you tell me that you ever cry for me. I miss a moment when I miss when you text me and you said your sweet, or "Dara's beautiful. But you're sweet." or other. I miss a moment when we go to cinema. I miss all of that moments.

so, can you bring me to the past? if you can, I'll do everything.

once again, I really miss all of that moments.
SURELY.

oh I mean...... I miss you.

Is it enough?

Sabtu, 05 Juni 2010

hurt

aku ga tau kenapa.
aku ga tau apa yang sedang terjadi dalam diriku.
perasaan yang berkecambah dan menjadi benalu dalam diriku sendiri, merugikanku.
perasaan yang semula membuatku bisa kuat, tapi kini melemahkanku.

aku tau aku cengeng.
aku rapuh.
aku tau aku ga bisa melihat sesuatu yang sedih sedikit.

tapi tadi, sungguh, perasaan itu tidak bisa ditahan.

membuatku terlihat sangat lemah.
membuatku terlihat sangat rapuh.

semula aku yakin aku bisa.
semula aku yakin aku mampu memperlihatkan bahwa aku baik-baik saja.
sekedar untuk membuatnya melihatku, atau senang mengetahui bahwa aku telah membaik.

tapi nyatanya ngga.
kebiasaan itu masih bisa terasa, kebiasaan yang telah terjadi sedari kelas 7 semester akhir, masih bisa terasa saat ini.
mataku dengan refleks mencarinya.
dan ditemukan.
ia, dengan gaya khasnya tengah bercanda bersama temannya.
dan aku? aku diam, kosong, sepi.

perasaan yang ga seharusnya aku rasain.
yang seharusnya udah sirna.
perlahan muncul, menguak, dan tersenyum samar.

seharusnya ga begini.
seharusnya aku bisa menahan diri.
menahan untuk tidak mengetahui bahwa masih ada sesuatu yang tertinggal.

bukan aku ingin kembali, hanya perih ini ternyata cuma butuh obatnya.
bukan ingin mengembalikan kenangan yang hilang, hanya ternyata perasaan ini masih menyimpan.
aku ga tau obatnya apa, bagaimana.
cuma kata-kata dia waktu itu ada yang ngena.
bukan menyakiti, tapi memberi motivasi.
motivasi untuk saling maju ke depan, di jalan masing-masing.
tidak harus bersama, tapi bisa.

'find him, find your true love'
dia bilang begitu.
tapi entah kenapa aku memberikannya kepercayaan, seolah-olah yang dia katakan itu benar.
karena dia memang selalu berusaha bersikap jujur.
karena dia memang tahu.

mungkin aku paham alasannya.
meskipun banyak yang bilang itu bohong, tapi aku percaya.
karena apa? karena sebelumnya dia tidak pernah berbohong padaku.
dia selalu bersikap wajar walau keadaan menjadi tak wajar.
dia orang yang bisa menunggu saat tidak ada yang bisa menunggu.

karena aku tau dia, aku terlalu mengenalnya.

aku tau aku paham tapi aku sebenarnya tidak benar-benar mengerti.
aku tau aku peduli tapi aku sebenarnya berusaha tidak peduli untuk diriku sendiri.

bukan ingin kembali, bukan itu.
tapi ga mau kehilangan yang udah benar-benar ada.
ga mau.
sama sekali ga mau.

mungkin kalau boleh minta permintaan terakhir yang aku mau itu ga mau kehilangan orang-orang yang pernah mengisi hidupku.
yang pernah menjadi bagian, dan mengisi hati.
tapi faktanya itu sulit.

dan ya, aku disini sendiri dalam kegalauan tanpa seorangpun yang menemani.

selamat datang di hidupmu, Nadia.

Sabtu, 29 Mei 2010

hidup saya itu meaningful

Allah itu adil ya, banget.
tadi waktu lagi bergalau-ria, dan buka semua blog yang saya lihat,
ada satu bacaan yang menarik perhatian saya.
dia, diterima di Farmasi UI dan Farmasi UGM. dan tadi siang, ada seseorang -saya lupa namanya- diterima di Fakultas Psikologi UI.

Ah ya Allah..
kapan saya ngerasa bahagia kayak gitu.
Ah ya Allah..
Jiwa ini rasanya mau kayak gitu, banget.
Duh Gusti..
saya mau ngebahagiain mama saya dengan cara itu ya Allah.

pasti mereka -yang merasakan hal itu- bahagia, sangat.
karena saya sebagai pembaca pun bahagia.
bahkan sampai sempat menangis, saking ikut senang melihatnya.
berlebihan? iya kayaknya. tapi mau apa? entah karena kelewat senang, ikut merasakan atau karena saya emang rapuh jadi mudah untuk mengeluarkan air mata.

rasanya tuh kayak waktu saya diterima di SMAN 1 Bekasi, mirip. cuma kayaknya kali ini lebih besar, gatau kenapa.

kalian ga tau rasanya melihat orang lain bahagia dengan cara apa yang kita inginkan.

kalian ga tau rasanya ketika melihat hasil yang menakjubkan, yang membahagiakan.

kalian ga tau. tapi saya yakin kalian bisa ngerti.

ya Allah.
saya banyak salah.
saya mungkin terlalu banyak ngeluh.
saya mungkin suka kurang bersyukur.
saya mungkin suka lalai sama kewajiban saya sebagai muslim.
shalat pun kadang kelewat.
ngerasa hina, ya Allah maaf.
tapi kali ini ya Allah, izinkan hambamu ini memohon.

berikanlah saya kemudahan untuk mencapai apa yang saya inginkan dari dulu.
berikanlah saya kemampuan untuk bisa mendapatkan apa yang saya impikan.
berikanlah saya kesehatan, kepintaran, kemampuan, kesabaran dan ketabahan.
dan terutama keikhlasan ya Allah untuk menjalani ini semua.

Ya Allah, jangan pudarkan semangat saya ini.
tegur saya ketika saya lalai.
ingatkan saya ketika saya lupa.
berikan saya karuniamu, ya Allah.

terima kasih karena telah memberikan saya hidup dan waktu yang kian berharganya.
terima kasih karena memberikan saya keluarga yang hebat.
terima kasih karena memberikan saya ibu yang sempurna.
terima kasih karena memberikan saya adik yang tegar.
terima kasih karena memberikan saya keberuntungan yang tak terduga.
terima kasih karena memberikan saya kemudahan menghadapi hidup saya.
terima kasih untuk setiap ujian yang engkau berikan ya Allah.
terima kasih untuk rasa sayangmu.
terima kasih untuk hidup saya yang penuh suka dan duka.
terima kasih untuk tiap hari yang penuh cerita.
terima kasih untuk kebaikanmu.
terima kasih untuk pembelajaranmu, ya Allah.

Ya Allah, terima kasih karena membuat semangat saya hidup kembali :)

a letter

Dear Nadia,

Mungkin kamu memang salah.
mungkin memang kesalahan kamu yang akhirnya seperti ini.
mungkin memang kamu yang pantas merasakannya.

ah, tapi nampaknya kamu sedang aneh, pilu.
saya mulai ga nyaman sama kamu.
saya mulai ga ngerti sama apa yang kamu pikirkan, terlebih apa yang kadang membuatmu menangis.

saya tau kamu rindu dia, bahkan mereka. karena jujur saya pun begitu.
tapi membiarkan puing-puing masa lalu itu terkenang dan terekam dengan jelas di kepalamu tiap waktu bukan jawaban yang baik, Nad.
bahkan kita -aku dan kamu- tau apa yang kita mau. tau apa yang kita impikan.
dan itu sudah terlihat Nad.

lantas apa?
saya tau kamu bisa.
saya tau kamu mampu.
semua orang juga paham kalau begitu.
saya ga bisa bilang kamu hebat, tapi kadang ada yang bilang kamu hebat.

tapi kalo kamu merasa kamu hebat, kamu salah.

karena kamu gak hebat.
karena kamu belum cukup mampu.
karena kamu ternyata masih terbayang dengan kehancuranmu.
karena kamu ternyata masih ingat dengan traumamu.
karena kamu ternyata masih rapuh, dengan api bercampur air keruh.

mereka ga bisa lihat kesedihanmu, karena kadang kamu bohong.
kamu membohongi perasaanmu dengan selalu membuat kesan bahagia dan menaruh senyuman di tiap harimu.

sekali lagi, saya tau mau kamu, saya tau harapan kamu.
saya tau kamu sebenarnya mau cerita, menangis dihadapan semuanya, lalu pelukan hangat akan datang kepadamu dan kamu berhenti menangis.

sekali lagi, kita itu satu, Nadia.
jadi saya tau.
saya tau kamu sebenarnya pilu ketika melihat kehancuranmu.
saya tau seberapa rapuhnya kamu, dan kamu seolah membentengi diri.
saya tau seberapa besar kamu takut menghadapi masa jatuhmu.
saya tau.

Nadia Fridasaniya Azaria, kita itu satu.
jadi biarkan saya menasehatimu.

kadang yang kamu inginkan memang ga sesuai sama harapan kamu.
kadang Tuhan memang memberi ujian kepadamu.
atau kamu yang terlalu teoritis, alhasil segalanya menjadi ironis.
atau tindakan kamu terlalu apatis?

Nadia, saya tau kamu masih terbayang dengan masa lalumu.
tapi mau jadi apa kamu, kalau akhirnya kamu membiarkan masa lalumu merenggut harimu?
jangan pernah biarkan masa lalu mengatur hidupmu.
jangan pernah, kamu tau maksud saya kan, Nad?

Nadia, saya tau kamu menunggu. saya tau kamu menunggu orang yang bisa menunggumu.
saya tau kamu ingin laki-laki yang baik datang kepadamu.
tapi mau jadi apa kamu, kalau kamu selalu terbayang dengan orang yang bisa menunggumu itu?
perempuan yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik.
jadikanlah dirimu perempuan yang baik dulu, lalu orang yang menunggumu -yang baik dan menyayangimu- akan datang.
karena kamu mau mendapatkan yang baik dan setia kan, Nad?

Nadia, saya tau kamu sedang rindu. saya tau kamu sedang pilu.
tapi mau jadi apa kamu, kalau akhirnya kerinduan itu menyakitimu?
jangan pernah biarkan rasa rindu itu menghancurkanmu.
karena kamu mau jadi perempuan yang tegar kan, Nad?

Nadia, saya tau kamu ingin sesekali merasa puas dengan yang kamu dapatkan.
saya tau kamu mampu. karena saya paham kemampuanmu.
tapi mau jadi apa kamu, kalau kepuasanmu menjadikan kamu malas?
jangan pernah biarkan kepuasanmu menghakimi dirimu.
karena kamu mau jadi orang yang hebat kan, Nad?

Nadia, biarkan ini berlalu.
biarkan masa lalumu pergi. biarkan hari esok menjadi bayanganmu, menjadi tempatmu menyimpan harapan.
dan biarkan hari ini datang, jangan takut. karena kamu tidak sendirian. kamu tidak akan pernah sendirian.

terima kasih sudah mendengarkan saya, Nadia.
saya menyayangimu, sangat.
semoga kamu tau itu.

Yours sincerely,

Soul -jiwamu-

ini alasannya.

mau ngeshare dong.
mau ngeshare sesuatu yang mungkin sebenarnya jadi pertanyaan semua perempuan.

mungkin para perempuan bertanya tanya, gini "gue ga ngerti, dia suka ga sih sama gue?"
atau ini, "cowok gue ngeselin. nyuekin gue ga ada alasan, tapi dia mau gue ngerti. padahal gue ga tau alesannya apa."

dan hei para perempuan, ini jawabannya.
saya baru tau bahwa corpus callosum laki-laki 25% lebih kecil dari perempuan.
hal ini bikin otak laki-laki lebih susah nemuin jaringan lintas buat ngeidentifikasi sekaligus ngungkapin perasaan secara verbal. dan ini yang ngebuat laki-laki lebih nyembunyiin perasaan dibanding perempuan.
laki-laki butuh waktu buat ngeproses data-data emosi itu.

Baiklah, para perempuan. sebaiknya kita ga begitu ngasih tindakan - atau sebaiknya kita sedikit lebih memberitahu- kepada para laki-laki untuk merasakan apa yang kita rasakan.
atau begini, sebaiknya kita sedikit lebih terbuka -dalam hal yang positif, tapi tetap jaga gengsi ya- supaya para laki-laki bisa belajar untuk sedikit lebih terbuka ke kita.

:)

Jumat, 28 Mei 2010

karena saya tau

Saya tau kamu mengerti.
Saya tau kamu melihat.
Saya tau kamu mendengarkan.

kamu punya mata bukan untuk melihat.
kamu punya hati tapi tidak dirasa.
kamu punya telinga, tapi bukan untuk mendengar.

bersyukurlah kamu, masih ada yang peduli kepadamu ketika kamu hancur.
bersyukurlah kamu, tuhan memberikanmu banyak ujian untuk kedewasaanmu, tapi bukan karena membencimu.
bersyukurlah kamu, kamu masih diberi umur sampai saat ini.
harusnya begitu.

tapi kali ini, kamu cuma datang, cuma menangis.

saya cuma bisa ngasih saran.
saya cuma bisa mengingatkan.

tapi kamu ga pernah mau untuk melihat keadaan, mendengarkan saya, dan merasakan apa yang saya katakan.
kamu cuma ngeluh ga ada habisnya, lalu pergi dari saya.

biarkan kamu belajar menghargai.

bukannya saya senang lihat kamu sedih, sendiri. saya cuma mau kamu belajar menghargai, supaya kamu ga kecewa sendiri.

biarkan kamu mengerti tentang ruang kesendirianmu.

saya ga mau kamu sendiri, tapi saya cuma ngasih kamu ruang untuk bisa sendiri. memikirkan, merenungi, merasakan tiap hembusan nafas sebagai proses respirasimu.

biarkan kamu belajar tentang kenyamanan.

bukannya saya mau buat kamu ga nyaman, tapi saya mau kamu berusaha nyaman di setiap hal yang kamu jalani.

biarkan kamu belajar saat jatuh.

bukannya saya bahagia lihat kamu jatuh. tapi biarkan saja dulu. tunggu sampai kamu bangkit, dan ikhlas dengan hidupmu.

tapi ternyata saya salah.

saya biarkan kamu mengambil kesempatan, tapi kamu ga mau coba untuk belajar. kamu ga mau coba untuk berusaha. kamu cuma mengeluh dan lari ke saya.

sekarang saya cuma bisa berkata,

biarkan saja.

biarkan saja kamu seperti ini. nanti, saat kamu mengerti, saya akan membuktikan dan menjelaskan kepadamu.

bahwa kamu punya segala hal di dunia ini bukan untuk suatu kesia-siaan. tapi untuk suatu anugerah yang ga pernah kamu pikirkan.


dengar, saya menunggu kamu.
saya menunggu kamu untuk mengatakan kepada saya hal yang sudah sejak lama ingin saya dengar.
'Saya sudah bangkit. saya sudah bisa bangun dan menatap kembali dunia saya sendiri. saya ikhlas. saya sudah paham.'

dan saya akan membantumu semampu saya.
saya akan memelukmu karena keikhlasanmu.
saya akan bangga terhadapmu karena kemampuanmu.
karena saya tau.

Kamis, 27 Mei 2010

I always try

Saya selalu berusaha untuk belajar.

belajar untuk mengerti apa yang sedang terjadi. belajar untuk menjalani setiap waktu yang diberikan.
belajar untuk menikmati hidup ini. belajar untuk bersyukur kepada apa yang Allah berikan.
belajar untuk menghadapi segala masalah. belajar untuk tidak menyangkal segala kesalahan.
belajar untuk nyaman dengan kehidupan saya.
belajar untuk tidak emosian. belajar untuk menahan emosi saya, menahan luka saya.
belajar untuk menyelami kemampuan saya. belajar untuk memahami kekurangan saya.
belajar untuk menjadikan kekurangan itu sebagai kelebihan saya.

tapi kadang saya ga bisa. saya kalah.

kadang saya ga bisa mengendalikan apa yang harus saya pelajari.
kadang saya ga bisa berhenti untuk bersikap seolah olah hati ini tidak sakit. intinya, membohongi saya. membohongi hati.
kadang saya berpikir kenapa saya bisa seperti ini.

kenapa saya harus rapuh seperti ini, kenapa saya harus selalu punya sifat negative thinking.
kenapa saya selalu bersikap seolah olah benteng di diri saya ini belum cukup kuat untuk menghadapi masalah.
kenapa saya kadang takut untuk keluar, menghadapi masalah.
dan kenapa saya selalu berharap untuk selalu tinggal di dalam, mengintip-intip untuk bisa mencari celah, berusaha melihat jendela dunia.

dan berbagai macam pertanyaan kenapa pantasnya hidup di dalam diri saya.

saya selalu berusaha bersikap dewasa.
saya mencoba bertahan ketika diri saya sudah selayaknya berhenti.
saya mencoba diam daripada menghadapi pertengkaran yang menjatuhkan.

tapi kenapa saya masih merasa saya bodoh, saya salah, saya pantas untuk merasa seperti ini?

saya selalu berusaha mencari yang terbaik.
saya selalu ingin menggunakan waktu saya untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.

tapi kenapa jatuhnya malah plin-plan?

seolah-olah saya ini memaksakan. memaksakan apa yang ga bisa saya dapatkan.

tapi nggak.
saya berusaha untuk selalu bersyukur kok.
saya sadar saya harus selalu hidup dengan rasa syukur.
saya harus berusaha kalau saya mau.
saya bisa, saya mampu.

tapi kadang hati ga sesuai sama apa yang saya inginkan.

walaupun saya mau, kadang hati kecil saya ragu.

ini, jadi seperti abu.
yang mau ga mau saya berikan pemikiran tabu.
atau suara hati yang sebenarnya ingin merdu.
tapi hati ini pilu.
kosong, hampa seperti debu.

dan kini saya kebingungan untuk sebuah hari yang baru.