Sabtu, 15 Agustus 2009

negeriku

teriakan.
perumpamaan sunyi dari sebuah kesatuan, atau kehancuran?
api membara tatkala hadir genjatan dan hujatan.
kesatuan tak lagi mampu dipertaruhkan.

emosi!
teriakan itu beradu menjadi bara api.
terpecah dalam kesepian.
peraduan itu tak lagi patut dipertaruhkan.

mana kemenangan?
mana keadilan?
apa tangisan itu sebagai bukti keadilan?

aku masih letih.
tak adilkah lagi semua ini hingga segalanya berubah menjadi hujatan?
pantaskah di sisa kehidupan ini diisi dengan kerapuhan?

dunia ini rapuh, jangan dirapuhkan lagi.
aku sudah sangat letih, Tuhan.
sisi kehidupan ini kosong.
mimpi itu sudah sangatlah susah dicapai.

aku kembali dalam peraduan.
mengingat kejadian puluhan tahun yang lalu.
puluhan tahun lalu saat serangan dan segala ancaman datang.
Indonesia bertaruh.
rakyat Indonesia berjuang sekuat tenaga demi menumpaskan segala ancaman dan serangan jajahan.
dan hasilnya?
dapat dilihat saat tahun 1945 itu.
mereka bisa merdeka, sekarang?

itu puluhan tahun yang lalu, Teman.

sekarang musuh utama untuk indonesia apa?
masihkah negara yang menjajah, atau apa?

Ibu pertiwi sudah cukup menangis.
yang dapat dilakukan kini hanya menata hidup kembali.
menata Indonesia kembali,
menjadi bahtera sejahtera.
tak terpecah dan terbelenggu oleh lilitan masalah.

harusnya mudah,
namun tak semudah seperti itu.
realisasi dan penyanggahan serta tanggapan yang takkan berbaur.

masih adakah keadilan di bumiku ini, Tuhan?

berikan negeriku kebahagiaan.
berikan tawa dan hentikan tangisan Ibu Pertiwi.
buatlah agar Indonesia kembali tersenyum.
banggakan para pahlawan, buat usaha mereka tidaklah sia-sia.

tapi bagaimana?
entahlah, biarkan hidup ini berjalan semestinya.

Untuk Indonesia,
Negeri Tercintaku yang ku harap membaik.

HAPPY INDEPENDENCE DAY FOR INDONESIA :)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

membaca seluruh blog, cukup bagus