Selasa, 25 Agustus 2009

kemampuan oh kemampuan

manusia itu diberi kemampuan.

kemampuan fisik, akal dan spiritual.

kalau kemampuan fisik, berupa tangan untuk meraba, mata untuk melihat, hidung untuk mencium dan lain lain.
kemampuan fisik juga memerlukan kebutuhan, yaitu makanan, minuman, pakaian dan lain sebagainya terserah kamu.

kemampuan akal juga memerlukan kebutuhan, yaitu ilmu dan pengetahuan informasi.
caranya mempelajari dan memahami apa yang ingin kamu tahu.

kemampuan spiritual juga memerlukan kebutuhan, yaitu agama.
caranya juga mempelajari dan memahami lalu mengamalkan.

kadar sensitifnya berbeda?

tentu.

kalau kamu tidak makan 1 tahun, lalu apa?
sakit, paling parah ya mati.
tapi tidak ada yang sejauh itu, kecuali orang yang terdampar menurutku.
itupun mereka berusaha menguras otak untuk menghasilkan makanan dari tanaman di tempatnya terdampar itu.
kalau kedinginan, kenapa ga didiamkan?
kenapa pakai jaket dan selimut atau apapun yang bisa membuat tubuh hangat?

karena manusia terlalu sensitif akan kondisi fisiknya.

lalu kalau kamu ga belajar satu bulan, bisa?
bisa, malah mungkin kamu santai.
tidak ketergantungan, seperti tidak minum air satu bulan, benar kan?
kenyataannya ya jadi bodoh.

karena manusia tidak terlalu sensitif pada akalnya.
hanya punya kemampuan menggunakan tenaga, itu cukup untuk mereka.

kalau kamu ga baca Alquran satu tahun, bisa?
bisa saja. bahkan mungkin kalau ada seorang anak yang tidak bisa baca Alquran,
orang tua tidak akan sekaget laksana seorang anak tidak bisa mengerjakan soal matematika. tapi ya sesat.

karena manusia tidak sensitif pada spiritualnya.
itu nomor ke sekian, dan tidak dipikirkan. ironis.

pada resiko dan kenyataannya,

resiko dari kematian sebagai akibat dari tidak terpenuhnya kebutuhan fisik ya cuma untuk orang yang berkaitan dalam kematian itu.
tidak merugikan, ya?
tentu. dan hanya orang yang meninggal dan ditinggalkan saja yang merasa rapuh.

kadar sensitif tinggi, tapi resiko rendah.

resiko dari kebodohan akibat tidak terpenuhnya kebutuhan akal tentu saja merugikan orang lain.
kalau mati kan sudah jelas. mati, tidak merugikan.
kalau bodoh? tidak ada ilmu. kalau sekarang ini tidak punya ilmu, lalu mau jadi apa?
terlalu ketergantungan nantinya.

kadar sensitif sedang dan resiko juga tidak tinggi.

lalu, resiko dari sesat atau ketidakmampuan dan ketidak adanya ilmu agama dan iman akibat tidak terpenuhnya kebutuhan spiritual adalah merugikan negara bahkan dunia.
kenyataannya seperti itu.
apalagi kalau yang merugikan itu adalah pemerintah atau orang-orang tinggi dalam suatu lembaga atau perusahaan.

sudah kuat, pintar, tapi spiritualnya cetek.
kalau tidak ada iman, jadinya sesat.
lalu untuk apa?
memang kaya saja tidak cukup ya?

mereka hebat,
tapi mereka ga tau bagaimana cara memenuhi hasrat mereka untuk memiliki banyak harta.

atau beda kenyataannya,

kalau tidak salah di Amerika Serikat (lupa) ada sebuah daerah yang tercatat sebagai
tempat favorit bunuh diri.
what the hell? tempat favorit? iya, toh sudah ada sekitar 4000 orang bunuh diri (kalau tidak salah) disana.

mereka ga punya iman. dan pada dasarnya orang yang bunuh diri itu orang kaya yang benar benar kaya bukan dipecat atau sebagainya.
mereka kesepian, tidak bahagia dan putus asa.
tidak ada yang menjadi landasan untuk mereka.
mereka menjalani hidupnya, sibuk dengan dirinya dan kesepian.

jadi itu kenyataannya.
dan itu terserah kamu, mau memenuhi kebutuhan fisik, akal, spiritual atau hanya dua atau sepenuhnya dipenuhi?

do the best for now, and think 'tomorrow you'll die'.

made by me, but I got it from my Teacher in Nurul Fikri (guru BIP)

6 komentar:

ramuni.net mengatakan...

wow keren nad, betul bgt tu

Nadia Fridasaniya Azaria tentang hidupnya mengatakan...

hehe iyaa. cuma iseng yaudah posting gitu aja. makasih ya :)

wandhe mengatakan...

lam kenal kaka

Nadia Fridasaniya Azaria tentang hidupnya mengatakan...

iya salam kenal juga :)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

ks dah mampir ke blog saya. nanti akan saya posting ttg biodata ya.

Nadia Fridasaniya Azaria tentang hidupnya mengatakan...

makasih ya mbak :)