Rabu, 26 Agustus 2009

complicated of love

tadi, waktu iseng browsing dan buka-buka facebook orang.

klik.


saya buka facebook teman saya.

ada kata break di dalamnya.

lalu saya buka facebook pacarnya.

dia malah lebih kejam, walau terlihat dari kata-katanya ia sakit.

saya diam.

saya cuma penonton disini.

saya tanya teman saya, dia ga jawab.
dan ga akan mungkin di jawab kayaknya.

saya mengerti,
toh dia lagi dalam posisi yang serba salah.

ga mau nangis tapi harus nangis.

pacarnya?
ah saya ga mungkin tanya dia.
terlihat ia pun begitu, dan saya ga mau sok ikut campur hubungan mereka.

bukan hak saya.

tapi kemudian saya lihat lagi,
saya mengerti.

pacarnya menyayanginya, tapi tidak ada perasaan yang khusus (sepertinya).

entah.

saya cuma ga mau teman saya menangis.

bahkan saya masih ga rela teman saya bernasib sama seperti saya dulu.

bukan apa-apa atau gimana, hanya saya ga mau ada air mata lagi.

cukup, itu mengingatkan saya.

membuat saya menangis, seperti dulu.

dan sekarang saya ga mau membahas, sama seperti saya dulu yang sakit seperti mereka.
saya cuma harus buat teman saya bahagia, tersenyum saja sudah syukur.

tapi dari awal saya sudah katakan,
pacaran itu artinya siap ga siap juga menjadi masalah.
jadi menambah masalah dalam hidup kita.
tapi pacaran ga buat kita sendirian.
dan tergantung, saat bahagia, pacaran memang membahagiakan.

bahkan ketika saya sedih,
saya harus terima hal itu.
karena pacaran konsekuensinya seperti itu.

kembali ke permasalahan teman saya.

kita, atau mereka kadang mau sesuatu yang lebih.

cuma menjalani, dan terus seperti itu.
tanpa mengenal lebih dalam pasangan satu sama lain.

logikanya,

kita saja masih cukup mempelajari kepribadian dan diri kita sendiri.
jadi bagaimana untuk mempelajari kepribadian pasangan kita?

bahkan menurut sebuah sumber,
seorang kakek-kakek berusia hampir 90 tahun saja masih berusaha mengenal diri sendiri.

saya yakin, kalau kita mengetahui hal-hal dalam diri pasangan kita, kita menghargainya.

tapi hal itu kayaknya ga penting lagi kalau memang sudah ga bisa diambil jalan keluarnya.

cuma memikirkan diri sendiri. dan hal itu egois.
cuma kalau untuk kebaikan, kenapa tidak?

kadang itu yang menjadi kontra.

ga realistis sama apa yang dipikirkan.
karena ga saling berkesinambungan.

tapi kalau seirama, itu malah baik untuk hubungan.

pasti ada naik turunnya.
ga mungkin lancar.

seperti ini,

kita ga akan bisa merubah arah angin,
tapi kita bisa merubah arah perahu yang kita dayung.
butuh kerja keras memang, tapi itu sepadan dengan kita melewati segalanya.

cuma perlu pengertian satu sama lain,
dan itu adil menurutku.

karena kadang cinta itu ga punya perasaan.

datang seenaknya, lalu pulang. kadang bisa kembali, lalu pulang lagi.

kalu sudah nyambung ke cinta, saya cuma tertawa kecil.

karena cinta itu tanpa batas.

tapi sayang itu lebih luas.

rasa sayang itu katanya di atas cinta.

sayang itu sulit diungkapkan,
karena ga ada kata-kata yang cocok untuk diungkapkan.

kita gampang bilang cinta, tapi kenapa sulit untuk bilang sayang?

karena sayang itu perasaan yang ga mampu diungkapkan.

sayang ga harus bahagia, tapi cukup dengan yang disayang, hal itu bahagia.

itu saja.
dan aku harap cukup.

9 komentar:

ichaelmago mengatakan...

siap pacaran, maka harus siap patah hati.
gw juga kalo liat temen yang sedih gara2 patah hati..jadi inget gw duluu..jadi gimanaaa gitu :'(

btw, salam kenal ya :D

Nadia Fridasaniya Azaria tentang hidupnya mengatakan...

hehe iyaaa itu yg aku bilang juga.
iyaa :)
salam kenal juga. makasih komentarnya :)

Rattlenetwork mengatakan...

Mang sapa nih yg patah hati?...!!semangat trus ya...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

attach file gampang kok. setelah kamu tulis alamat imel redaksi majalah, lalu kamu klik attach file dan upload file dari kompi kamu. kan ada pilihan tuh browse.

selamat mencoba ya.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

attach file gampang kok. setelah kamu tulis alamat imel redaksi majalah, lalu kamu klik attach file dan upload file dari kompi kamu. kan ada pilihan tuh browse.

selamat mencoba ya.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

tks dah mampir ke blog saya. nanti akan saya posting ttg biodata ya.

Nadia Fridasaniya Azaria tentang hidupnya mengatakan...

Rattlenetwork: ada temen hahaha

sang cerpenis bercerita: hehe makasih yaa mbak :)

rizky mengatakan...

wahh sayah g bisa komeng ni, tak mampu berkomentar, soalnya sayah tak pernah berpacaran, jadi tak pernah sakit hati, tak pernah senang punyak pacar.... yg jelas itu sangad menyedikah. sabar saja

Nadia Fridasaniya Azaria tentang hidupnya mengatakan...

iya sih bener. tapi pernah jatuh cinta kan? hehe