Sabtu, 25 Juli 2009

berlebihan, mungkin?

halooo semua.
kali ini gue mau posting yang bener.
cape juga lama-lama posting yang menggambarkan perasaan gue, hahaha


skip


gini ya, It's starting with this ex ;

gue punya temen. sebut aja si A. dia punya setumpuk novel yang buat dia terinspirasi jadi seorang penulis. ya awalnya wajar aja, tapi lama-kelamaan khayalannya itu jadi over dan bikin muntah dengan cerita yang katanya fakta berlebihan itu. ah, terlalu jadi korban novel nampaknya. misalnya dia bilang, "cowok gue sakit kanker.................." tapi gue sama yang lain ga tau siapa cowoknya. laaah lo boong kali ah? (nyolot hahaha)

nah pasti lo pernah punya atau punya temen kayak gitu, bener ga?
ngebetein sih iya, pasti, banget malah. tapi yaaah liat dulu kenyataannya. percaya ga percaya sih ya, kadang orang yang punya bakat atau impian jadi penulis, punya imajinasi yang bisa disalurkan, atau ga bisa disalurkan. atau dia terlalu menyukai sebuah cerita atau film yang buat dia berimajinasi secara liar dan ga tau batasan. jujur, imajinasi gue juga sebenarnya terlampaui atau liar, tapi (Alhamdulillah) gue ga sampai segitunya 'ngarang'. malah ya parahnya, ada yang sampai rela ngelakuin apapun karena imajinasi atau khayalan dia yang sebenarnya kosong, ga ada sesuatu yang terjadi seperti itu dalam hidupnya tapi khayalannya dia yang buat dia ga bisa nahan diri atau ngendaliin perasaan dia.

sekarang gini, ini gue bicara tentang logika ya,

misalnya temen lo ngomong gini:

"
gue kesel, ortu gue ga perhatian sama gue.." padahal ya yang lo tau his or her family is you know good family and nothing fight in his or her family. it's a.k.a LIE atau NGIBUL haha

logikanya: oke kalau bener, dan lo lihat faktanya keluarga dia emang udah kayak hancur lebur bertahtakan kebengisan (oke lebay so over hiperbola) tapi kalau baik-baik aja? yaah itu udah telak dia bohong dan cuma menarik simpati aja.
atau mungkin dia buat sebuah cerita yang keluarganya hancur dan terbawa cerita itu.

atau kayak gini:

"gue kangen sama cowok gue, tapi gue ga bisa ketemu dia lagi, dia udah pergi.. pergi ninggalin gue, buat selamanya.. padahal dulu gue kemana-mana bareng dia, tapi dia ga ada. dia rela ke rumah gue naik mobil dari Jakarta (yaah misalnya nih cowoknya tuh cewek AGJ alias Anak Gahol Jakarta dan dia sakit atau menderita sebuah penyakit parah yang mengambil nyawa si cowoknya cewek ini dan si cewek ini nih in the story had many memories with her boyfriend yah gitu deh tapi waktu ditanya siapa dan apa wujudnya, dia cuma bilang, "gue ga ada fotonya")

logikanya: ah masa iya sih pacaran tapi gitu gilaaaa kali ya ah masa sih ckakak

yaah menurut gue, ga masalah juga punya sebuah keinginan atau khayalan tentang sesuatu yang terjadi dalam diri dan hidup lo, gue juga suka ngerasa gitu kok. itu ga salah, tapi coba kembali ke dunia kita, ke dunia ini, bukan sebuah mimpi ga kesampain yang akhirnya lo juga yang jatuh.

berusaha kembali ke dalam fakta ga akan menghentikan lo berkarya kan?
justru menurut gue, sebuah fakta itu bisa dibuat menjadi cerita.
karena sebuah ilusi atau khayalan itu tanpa batas, dan yaaah misalnya ya gitu gitu aja. kecuali dia terlalu hebat untuk punya tanpa batas itu. oke, see ya :)

Tidak ada komentar: