Senin, 15 Juni 2009

nisan itu menghapusku

titik perang rimbun tenang membawa dan membahana ke seluruh tempat
berpagar gerigi mencakar alam dan kerinduan akan suatu bahaya yang menghadang
menuju arah datangnya cahaya, menjauhi dan tertawa
membiarkan asa menghantui dan menghujam hiruk pikuk kehidupan

jatuh di rindangnya pohon penuh kesunyian, membiarkanku terpana sendirian dalam sinar yang takkan datang.
terlalu hiperbola dan tak logis
di bawah bayangan nisan aku terhempas
aku termenung dan terbayang di sudut hitam mempesona mayaku
membawaku ke jurang kematian yang tak ada harapan
aku tak punya harapan
mimpi asa bayangan dan segala hal tentang hidupku tak kudapatkan
hal ikhwal tempatku tertawa

aku hanya berbicara ini
tentang bayangan nyata namun maya dalam cahaya dan ketenangan yang kudapatkan dari dunia
hanya berbicara tentang sesuatu yang takkan pernah kubayangkan namun terjadi dan berulang
dalam perang melawan kebisuan yang tak pernah seimbang

hati dan pikiranku tak sejalan
aku ingin hal lain yang tak bisa kumiliki, nyatanya?
rindu ini membuncah jiwa
membiarkan setiap keruh menjadi air mata
membiarkan tiap tawa menjadi ceria
membuat hatiku terpana, dan secepat itu pula menghancurkanku dalam keraguan yang membual

tatapan dalam tangis tentang hidupku ini takkan pernah seirama
mereka berjalan beriringan, namun tak jujur
saling terpaku dan diam, hingga lengang dan pekat
aku tak mengerti
hanya melihat, dan menghempas segala rasa
rasa yang tak mudah kugambarkan, namun aku mengerti
nisan itu menghapusku
menghapus dan menggubah segalanya
hidupku diaturnya

Tidak ada komentar: