Kamis, 11 Juni 2009

kapan luka ini mengering?

"kapan luka ini mengering?"
tanya gadis itu penuh tanya.
diam, tak bersua.
tak ada jawaban yang pasti disana.

"kapan luka ini mengering?"
rintihan dan ringisan terus menerus berlalu bagai air yang mengalir perlahan.
hanya tangis dan air mata yang keluar.
air mata itu bukanlah sesuatu yang ia anggap penyesalan.

gadis itu masih bertanya.
tak ada jawab, ia diam.
dijawab sedikit pun menangis.

"kapan luka ini mengering?"
tanyanya penuh harap.
lukanya takkan kering.
mungkin menunggu hingga saatnya tiba.
tapi kapan lukanya mengering?


hening. diam.
tak ada jawab lagi.
lirih menanti, air mata sunyi pecah membahana.
membiarkan dirinya menangis di tengah kepahitan dunia.
salah duniakah?
bukan.
dunia ini memang kejam, tapi bukan.

"kapan luka ini mengering?"
hanya diam, memandang.
menunggu tanpa kepastian.
termenung, dan menangis.
tampaknya air mata tak pernah lepas dari wajahnya.
diam terpana melawan waktu.

kejamkah?

nyatakah?

DIAM!

semuanya terkejut, tanpa gerakan pasti.
tidak anarkis, tidak jua diam.
tak ada tanggapan.
pertanyaan itu tak digubris.

seseorang mendekatinya.
melihat lukanya, dan ikut iba melihatnya.
gadis itu tersenyum.
pertanyaan itu terjawab kini.

"kapan luka ini mengering?"
diam tak menjawab, hanya senyuman hangat yang membawanya masuk ke ruang lingkup kenyamanan.
luka ini mengering karena waktu.
bukan saat ini, mungkin.
mungkin besok? atau nanti.
ya, nanti.

aku menatap gadis itu perlahan.
berusaha mengenali tapi tak tahu.
aku mengenalnya.
dan kusadari,
gadis itu aku.

Tidak ada komentar: