Selasa, 20 Januari 2015

Karina, untuk Raditya - 3

Hai, halo, kamu, Dit.
Bolehkah aku meminta maaf padamu sekali lagi, Dit?
Maaf. Maaf, Dit. Maaf.
Maaf menyakiti hatimu sedemikian parah.
Maaf atas sikapku. Dan terlebih, hatiku.
Aku yang masih sekeras kepala itu, dan kau yang masih setertutup itu.
Ah, Dit. Betapa menyesalnya aku.
Karena sekali lagi, sekali lagi aku harus merasakan kegagalan akan pahit manisnya sebuah hubungan.
Karena sekali lagi, sekali lagi hubunganku harus berakhir, kandas ditengah jalan.
Meski dengan modal rasa sayang, dan rasa nyaman.
Tapi siapalah aku, yang mampu mengatur jalannya semua ini, Dit?

Tapi Dit, atas segala sikapmu, terimakasih.
Terimakasih karena telah menjadi tempatku pulang, meski hari mulai berganti, meski malam telah berganti pagi, tapi kau masih menunggu.
Tapi kau masih disitu.
Terimakasih, Dit. Terimakasih karena telah bersabar padaku.
Terimakasih untuk tidak menyerah, dan tetap menunggu.
Terimakasih karena tidak pernah pergi.

Lalu kembalilah kita pada malam menjelang dini hari.
Sepulang kita dari bepergian yang jauh, yang amat jauh.
Yang mengajarkanku bahwa untuk mencapai sesuatu butuh pengorbanan yang cukup besar.
Lalu malam itu, kau kembali mengajarkan aku.
Seperti dulu, seperti yang lalu.

Dan ditemani Coldplay - Fix you, segala pembicaraan kita mengalir.
Ah, ya, benar kata orang Dit. Bahwa best conversation akan berjalan dengan baik dan dengan sejujur-jujurnya ketika malam hari dan dini hari.
Dan bagian paling menyenangkan ialah, bersamamu.
Tapi toh kembali kita harus memilih bukan, Dit?
Do anything that you want. If you don't, then don't.

Lalu disinilah kita. Dengan berbagai pilihan, dan dengan berbagai alasan.
You know that I'm wishing nothing but all the best goes to you.
Always all the best.

Karena, entahlah Dit, kita tak pernah tahu kemana hati memilih.
Kita tak pernah tahu kemana perahu berlabuh.
Dan ya, Dit, kuharap kamu akan selalu ingat bahwa kemanapun perahuku berlabuh, paling tidak perahuku pernah singgah bersamamu
Paling tidak kita pernah saling berucap janji, dan mengucap kata kita.
Mengucap kata bersama.

Dan malam itu, kau pun pergi bersama anganku tentang konsep bersama.
Tentang konsep kita.

Ah, ya, Dit.
Baik-baik, kamu.

Dan malam ini, izinkan aku mendengar lagu penutup kita,

"When you try your best, but you don't succedd
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?


Lights will guide you home
And ignite your bones
and I will try to fix you"