Jumat, 20 Februari 2015

Bandung

Jadi tiap ada yang tanya "Mau pergi kemana?" pasti saya akan selalu menjawab "Yuk Bandung!"
Kenapa Bandung?
Karena Bandung kota cinta. Sekian kali saya ke Bandung, ga akan membuat saya berhenti jatuh cinta. Nyium hawa Bandung aja jatuh cinta. Iya, saya sejatuh cinta itu sama Bandung.
Mau dibilang apa juga saya mah jatuh cinta banget sama Bandung.
Pokoknya suatu hari nanti, harus bisa hidup di Bandung. Garis keras. Aamiin.
Gatau ya. Entah kenapa tapi dari kecil tiap ke Bandung pasti sebahagia itu. Dan senyaman itu.
Bandung itu.. kayak pulang ke rumah. Ya ga semirip rumah, tapi ya serasa pulang.
Mendengar orang-orang Bandung berbicara bahasa sunda itu semenyenangkan itu. Senyaman itu.
Sebenarnya saya paham, bahwa itu hanya pola mindset. Tapi aduh, saya benar-benar cinta Bandung. Cinta tanpa punya alasan untuk nggak jatuh cinta lagi. Karena memang lovable sekali. Ah, Bandung.
Jadi, Bandung itu salah satu tempat pelipur lara juga. Penyembuh luka yang telah ditorehkan oleh orang itu kepada kami. Bandung, mengajarkan saya bahwa masih ada tempat yang bisa membuat tenang meski masih terluka.
Oh iya, saya pertama kali memegang bunga mawar juga di Bandung. Beli sendiri di lampu merah perempatan di Bandung. Tapi tetap cinta.
Nyaman. Hal itu yang membuat saya sejak dulu ingin kuliah disana. Di Unpad, mengambil jurusan kedokteran. Yah buka luka lama lagi.
Sempat mau sih di ITB. Tapi telat. Ha. Salah siapa daridulu kekeuh mau dokter.
Tapi mungkin Tuhan mau saya belajar sesuatu, dan gak melulu di tempat yang membuat saya nyaman. Jadilah saya ditempatkan di tempat lain.
Tapi, ya, pokoknya saya secinta itu sama Bandung.

Eh saya sudah bicara nyaman berapa kali daritadi? Haha tapi memang senyaman itu kok, bagaimana?

Tidak ada komentar: