Jumat, 28 Maret 2014

28 Maret 2014

Untuk kamu yang mungkin tak akan pernah membaca ini, karena kamu bukan tipe yang suka membaca, apalagi di blog seperti ini.
Halo, selamat tanggal 28 maret, selamat 14 tahun, selamat ulang tahun.

Selamat ulangtahun, si gendut yang selalu membuat ribut.
Selamat ulangtahun, satu satunya orang yang hobinya rebutan apapun sama kakaknya.
Selamat ulangtahun, anak manja yang sok kuat.
Selamat ulangtahun, si anak yang lebih milih sms kakaknya buat nanya bahasa inggris dibanding cari sendiri di internet.
Selamat ulangtahun, si anak yang selalu tanya "ih kok adek lebih tinggi dari kakak" dan nyombongin ke-tinggian kamu.
Selamat ulangtahun, si anak yang lembut hatinya.
Selamat ulangtahun, satu-satunya anak yang matanya langsung berkaca-kaca pas diledekin. Selamat ulangtahun, si anak yang selalu inget sama kakak dan mamanya tiap makan enak.
Selamat ulangtahun, si anak yang ga minta kado apa-apa untuk tahun ini, kecuali begitu pulang dari study tour, si anak ini menemukan kehadiran mama dan kakaknya yang bawa kue super besar yang muat dia tampung dalam hitungan detik.
Selamat ulangtahun, rifqi muhammad farid, adikku yang paling kakak sayang.
Selamat ulangtahun, permata hatiku setelah mama.

Adek, kakak gak akan bilang bahwa hidup akan terus menerus menyenangkan.
Atau senang selamanya, pun sama dengan sedih selamanya. 
Kakak gak akan bilang bahwa kamu bisa selamanya mainan terus didepan laptopmu, sambil ngemil apapun yang bisa dicemil, di pipimu yang gak akan pernah kempes itu.
kakak gak akan bilang bahwa kamu bisa terus-menerus duel sama mama, atau rebutan curhat duluan kamu apa mama ke kakak mengenai apapun lewat skype.
Kakak gak akan bilang bahwa kamu bisa selamanya manggil kakak pake panggilan 'kakak' khas kamu yang bikin kakak selamanya rindu.

Karena suatu hari nanti, suara kamu akan memberat.
karena suatu hari nanti, kamu ga akan mau lagi sok sok godain cium pipi kakak.
Karena suatu hari nanti, akan datang masanya kamu tiba-tiba jadi makhluk paling gengsi sedunia, yang mulai gaya, terus tau-tau minta uang jajan padahal buat pacaran ke mama.
Tapi bukan itu point utamanya.

Suatu hari nanti, kamu akan keluar dari rumah dengan gagahnya, membawa cita dan cinta yang kakak sama mama punya, membawa harapan kami, yang kemudian kamu teruskan dengan sebuah janji, untukmu dan untuk kami.
Suatu hari nanti, kamu pun akan kembali, entah dengan gelar atau dengan calon istri.

Lalu selama perjalanan itu, akan ada masa kamu senang dan masa kamu sedih.
Tapi kamu punya mama, adek. Kamu juga punya kakak.
Kamu punya kami, yang akan selamanya jadi sandaran kamu, seberapapun umur kamu.
Jadi jangan pernah sedih, adek. Jangan pernah takut menghadapi dunia yang memang sebenarnya kejam.
Tapi adek, kita kuat. Kakak aja bisa, adek harus lah.
Inget kan, kita manusia pilihan Allah, karena Allah tahu yang terbaik untuk kita?
Jadi adek, untuk alasan apapun, jangan pernah sedih.
Segalanya bisa terselesaikan, karena kamu punya mama sama kakak, adek.
Karena buat kakak, segalanya pun terasa cukup, karena kakak punya mama sama kamu. Harta kakak yang paling berharga. Kesayangannya kakak.
Karena kakak punya mama sama kamu. Karena kalian=semangatku.

Dari kakak yang sering berantem sama kamu, lalu berakhir dengan saling melirik, dengan permintaan maaf yang diam-diam, diiringi pelukan (sok) engganmu yang selamanya membuatku rindu, adikku.

Ps: kakak kangen!