Jumat, 13 September 2013

welcome back.

Jadi ceritanya, pagi ini, ditempat yang antah berantah -untuk saya- ini, saya tiba tiba memikirkan hal ini sedemikian dalamnya.
Saya di Semarang. Tempat yang gak pernah saya kunjungi sebelumnya. Tempat yang ga pernah saya tau. Dan tiba tiba, voila! saya disini.
Bukan sesuatu yang aneh, tapi kalau saya flashback ke beberapa bulan yang lalu, ini benar-benar aneh.
Saya kuliah sekarang. Udah nggak pergi ke sekolah lagi, udah nggak pake seragam lagi. Udah nggak harus pagi pagi ke inten lagi, gak harus ngejar soal lagi.
Disini nggak ada guru, adanya dosen. Lucu rasanya saya berulang kali salah mengucap dosen menjadi guru. Sampai saya harus berusaha menekankan ke diri saya sendiri bahwa ini dosen, bukan guru. Dan ini kebodohan yang rahasia.
Disini saya apa apa sendiri. nggak ada lagi celotehan adek pagi pagi, dan segala wejangan pagi mama lagi. Hal yang paling saya kangenin dari rumah. Tapi toh saya disini rela kok, rela belajar mati-matian untuk bahagiain mereka.
Disini saya harus mandiri. Dan ini point paling penting untuk saya.

Tapi gak cuma itu.

Saya disini gak hanya untuk belajar mandiri.
Saya, si pejuang, berniat untuk merealisasikan segala mimpi, dengan segala yang saya punya.
Dengan segalanya.
Dengan tawa lengkap dengan tangisnya. Dengan semangat bercampur keluh kesah.
Dengan harapan bercampur usaha dan doa.

Saya, disini, bukan untuk hal yang sia-sia.
Kita, disini, bukan untuk hal yang sia-sia.
Kita, masing-masing berjuang untuk segala alasan, dan untuk segala harapan.

Dan untuk segala alasan itulah, saya menulis ini.
Saya cuma mau, siapapun yang baca ini, sadar bahwa keadaan dan posisinya saat ini untuk banyak alasan. Bukan cuma asal.
Kita, ditempatkan Tuhan ditempat dimana kita berada untuk segala alasan.
Dan untuk segala alasan dan harapan,
untuk para pejuang,
untuk kita,

Salam pejuang!