Selasa, 18 Januari 2011

bahwa dalam sepersekian detik

Bahwa dalam sepersekian detik, perubahan drastis itu amat mungkin terjadi.

Bahwa dalam sepersekian detik, segala keadaan bisa berubah.
Semua orang bisa berubah sikap, bisa berubah pendapat, bisa saling tidak berkaitan.
Bisa tidak mengenal satu sama lain, bisa saling melupakan, bahkan bisa saling menyayangi.

Bahwa dalam sepersekian detik, segalanya bisa berhenti.
Semua orang bisa keluar, bisa masuk, bisa kembali lagi.

Bahwa dalam sepersekian detik, segalanya bisa menjadi lebih baik, atau lebih buruk.
Semua orang bisa saling belajar, bisa saling menjatuhkan, bisa saling memahami.

Bahwa dalam sepersekian detik, segalanya bisa saja benar-benar mungkin terjadi.

Bahwa dalam sepersekian detik, waktu yang dimiliki bisa saja bermanfaat, bisa saja sia-sia.

Bahwa dalam sepersekian detik itu tidak cukup untuk menggambarkan betapa saya amat bingung dengan segala perubahan yang terjadi.

Bahwa dalam sepersekian detik segalanya terlihat lucu, terlihat pura-pura, terlihat mimpi.

Bahwa dalam sepersekian detik segala hal bisa saja benar-benar berbeda.

Benar-benar berbeda.

Bahwa dalam sepersekian detik ternyata saya telah berubah.

Bahwa dalam sepersekian detik ternyata hidup saya bisa saja benar-benar berbeda.

Bahwa dalam sepersekian detik ternyata semua ini terasa kadang mimpi kadang nyata.

Bahwa dalam sepersekian detik ternyata segala perasaan saya bisa saja campur aduk.

Bahwa dalam sepersekian detik yang saya miliki, benar-benar telah diatur oleh-Nya.

Minggu, 09 Januari 2011

In another place, you'll regret it.
In another case, you'll understand.
in another duty, It'll work.

Right?
Untuk liburan yang baru saja saya dapatkan,
It was wonderful holiday.

Segala hal kompleks yang bercampur ruah dengan perasaan, entah apa.
Segala perubahan yang terjadi karena disengaja, atau memang begitu adanya.

Alangkah bersyukurnya saya punya banyak saudara.

I feel like I have new brothers and sisters. Lengkapnya seperti mendapat 'kakak' yang saya inginkan sejak lama.
Kenapa? karena jadi anak pertama itu....berat.
punya tanggung jawab untuk ngasih contoh yang baik untuk satu satunya adik terbaik saya.
karena jadi anak pertama itu gaboleh manja, harus dewasa.
dan hal yang paling saya inginkan, karena jadi anak pertama itu ga punya kakak yang bisa jadi sandaran, yang bisa jadi bisa ngerti apapun, walaupun ga sengerti orang tua.

liburan saya itu penuh, penuh sama perasaan saya sendiri, penuh sama kesenangan keluarga, dan penuh sama kebingungan saya akan kehidupan saya.
....dan terkadang penuh sama tangisan dan teriakan saya yang gamungkin saya perlihatkan ke orang lain.

Kenapa? karena ada hal 'berat' yang gak bisa dikasih tau ke orang lain.
Karena......ada sesuatu yang mungkin ga dialami orang lain.

dan di liburan saya penuh sama alam! Ah, I can't imagine how much I love nature. How much I love the atmosphere in there. Saya janji saya akan posting fotonya nanti.
Beda banget sama disini. sumpek, sesak, capek. kayaknya disana saya terlalu banyak menikmati waktu yang saya miliki, jadi begitu disini.....saya jadi agak malas. Ah how stupid. -anyway jangan contoh saya.

Atas segala resolusi 2011 yang saya buat, atas segala kebaikan yang saya rencanakan dan mungkin menunggu untuk terlaksana, atas liburan yang saya dapatkan,

Terimakasih Allah......

I'm quit, for good

Ternyata, untuk sebuah penyelesaian, saya keluar.

Keluar dari sebuah hal yang memang harus segera diselesaikan
keluar dari segala hal yang bisa saja menjadi kebohongan, menambah kesalahan
keluar dari kecurigaan yang terasa sangat pahit

untuk kebebasan sejenak yang mungkin bisa didapatkan
agar terbebas dari rasa sesak yang melimpah ruah

ya, semoga penyelesaian ini hal yang benar.
Semoga tidak ada penyesalan, Amin.