Sabtu, 29 Mei 2010

hidup saya itu meaningful

Allah itu adil ya, banget.
tadi waktu lagi bergalau-ria, dan buka semua blog yang saya lihat,
ada satu bacaan yang menarik perhatian saya.
dia, diterima di Farmasi UI dan Farmasi UGM. dan tadi siang, ada seseorang -saya lupa namanya- diterima di Fakultas Psikologi UI.

Ah ya Allah..
kapan saya ngerasa bahagia kayak gitu.
Ah ya Allah..
Jiwa ini rasanya mau kayak gitu, banget.
Duh Gusti..
saya mau ngebahagiain mama saya dengan cara itu ya Allah.

pasti mereka -yang merasakan hal itu- bahagia, sangat.
karena saya sebagai pembaca pun bahagia.
bahkan sampai sempat menangis, saking ikut senang melihatnya.
berlebihan? iya kayaknya. tapi mau apa? entah karena kelewat senang, ikut merasakan atau karena saya emang rapuh jadi mudah untuk mengeluarkan air mata.

rasanya tuh kayak waktu saya diterima di SMAN 1 Bekasi, mirip. cuma kayaknya kali ini lebih besar, gatau kenapa.

kalian ga tau rasanya melihat orang lain bahagia dengan cara apa yang kita inginkan.

kalian ga tau rasanya ketika melihat hasil yang menakjubkan, yang membahagiakan.

kalian ga tau. tapi saya yakin kalian bisa ngerti.

ya Allah.
saya banyak salah.
saya mungkin terlalu banyak ngeluh.
saya mungkin suka kurang bersyukur.
saya mungkin suka lalai sama kewajiban saya sebagai muslim.
shalat pun kadang kelewat.
ngerasa hina, ya Allah maaf.
tapi kali ini ya Allah, izinkan hambamu ini memohon.

berikanlah saya kemudahan untuk mencapai apa yang saya inginkan dari dulu.
berikanlah saya kemampuan untuk bisa mendapatkan apa yang saya impikan.
berikanlah saya kesehatan, kepintaran, kemampuan, kesabaran dan ketabahan.
dan terutama keikhlasan ya Allah untuk menjalani ini semua.

Ya Allah, jangan pudarkan semangat saya ini.
tegur saya ketika saya lalai.
ingatkan saya ketika saya lupa.
berikan saya karuniamu, ya Allah.

terima kasih karena telah memberikan saya hidup dan waktu yang kian berharganya.
terima kasih karena memberikan saya keluarga yang hebat.
terima kasih karena memberikan saya ibu yang sempurna.
terima kasih karena memberikan saya adik yang tegar.
terima kasih karena memberikan saya keberuntungan yang tak terduga.
terima kasih karena memberikan saya kemudahan menghadapi hidup saya.
terima kasih untuk setiap ujian yang engkau berikan ya Allah.
terima kasih untuk rasa sayangmu.
terima kasih untuk hidup saya yang penuh suka dan duka.
terima kasih untuk tiap hari yang penuh cerita.
terima kasih untuk kebaikanmu.
terima kasih untuk pembelajaranmu, ya Allah.

Ya Allah, terima kasih karena membuat semangat saya hidup kembali :)

a letter

Dear Nadia,

Mungkin kamu memang salah.
mungkin memang kesalahan kamu yang akhirnya seperti ini.
mungkin memang kamu yang pantas merasakannya.

ah, tapi nampaknya kamu sedang aneh, pilu.
saya mulai ga nyaman sama kamu.
saya mulai ga ngerti sama apa yang kamu pikirkan, terlebih apa yang kadang membuatmu menangis.

saya tau kamu rindu dia, bahkan mereka. karena jujur saya pun begitu.
tapi membiarkan puing-puing masa lalu itu terkenang dan terekam dengan jelas di kepalamu tiap waktu bukan jawaban yang baik, Nad.
bahkan kita -aku dan kamu- tau apa yang kita mau. tau apa yang kita impikan.
dan itu sudah terlihat Nad.

lantas apa?
saya tau kamu bisa.
saya tau kamu mampu.
semua orang juga paham kalau begitu.
saya ga bisa bilang kamu hebat, tapi kadang ada yang bilang kamu hebat.

tapi kalo kamu merasa kamu hebat, kamu salah.

karena kamu gak hebat.
karena kamu belum cukup mampu.
karena kamu ternyata masih terbayang dengan kehancuranmu.
karena kamu ternyata masih ingat dengan traumamu.
karena kamu ternyata masih rapuh, dengan api bercampur air keruh.

mereka ga bisa lihat kesedihanmu, karena kadang kamu bohong.
kamu membohongi perasaanmu dengan selalu membuat kesan bahagia dan menaruh senyuman di tiap harimu.

sekali lagi, saya tau mau kamu, saya tau harapan kamu.
saya tau kamu sebenarnya mau cerita, menangis dihadapan semuanya, lalu pelukan hangat akan datang kepadamu dan kamu berhenti menangis.

sekali lagi, kita itu satu, Nadia.
jadi saya tau.
saya tau kamu sebenarnya pilu ketika melihat kehancuranmu.
saya tau seberapa rapuhnya kamu, dan kamu seolah membentengi diri.
saya tau seberapa besar kamu takut menghadapi masa jatuhmu.
saya tau.

Nadia Fridasaniya Azaria, kita itu satu.
jadi biarkan saya menasehatimu.

kadang yang kamu inginkan memang ga sesuai sama harapan kamu.
kadang Tuhan memang memberi ujian kepadamu.
atau kamu yang terlalu teoritis, alhasil segalanya menjadi ironis.
atau tindakan kamu terlalu apatis?

Nadia, saya tau kamu masih terbayang dengan masa lalumu.
tapi mau jadi apa kamu, kalau akhirnya kamu membiarkan masa lalumu merenggut harimu?
jangan pernah biarkan masa lalu mengatur hidupmu.
jangan pernah, kamu tau maksud saya kan, Nad?

Nadia, saya tau kamu menunggu. saya tau kamu menunggu orang yang bisa menunggumu.
saya tau kamu ingin laki-laki yang baik datang kepadamu.
tapi mau jadi apa kamu, kalau kamu selalu terbayang dengan orang yang bisa menunggumu itu?
perempuan yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik.
jadikanlah dirimu perempuan yang baik dulu, lalu orang yang menunggumu -yang baik dan menyayangimu- akan datang.
karena kamu mau mendapatkan yang baik dan setia kan, Nad?

Nadia, saya tau kamu sedang rindu. saya tau kamu sedang pilu.
tapi mau jadi apa kamu, kalau akhirnya kerinduan itu menyakitimu?
jangan pernah biarkan rasa rindu itu menghancurkanmu.
karena kamu mau jadi perempuan yang tegar kan, Nad?

Nadia, saya tau kamu ingin sesekali merasa puas dengan yang kamu dapatkan.
saya tau kamu mampu. karena saya paham kemampuanmu.
tapi mau jadi apa kamu, kalau kepuasanmu menjadikan kamu malas?
jangan pernah biarkan kepuasanmu menghakimi dirimu.
karena kamu mau jadi orang yang hebat kan, Nad?

Nadia, biarkan ini berlalu.
biarkan masa lalumu pergi. biarkan hari esok menjadi bayanganmu, menjadi tempatmu menyimpan harapan.
dan biarkan hari ini datang, jangan takut. karena kamu tidak sendirian. kamu tidak akan pernah sendirian.

terima kasih sudah mendengarkan saya, Nadia.
saya menyayangimu, sangat.
semoga kamu tau itu.

Yours sincerely,

Soul -jiwamu-

ini alasannya.

mau ngeshare dong.
mau ngeshare sesuatu yang mungkin sebenarnya jadi pertanyaan semua perempuan.

mungkin para perempuan bertanya tanya, gini "gue ga ngerti, dia suka ga sih sama gue?"
atau ini, "cowok gue ngeselin. nyuekin gue ga ada alasan, tapi dia mau gue ngerti. padahal gue ga tau alesannya apa."

dan hei para perempuan, ini jawabannya.
saya baru tau bahwa corpus callosum laki-laki 25% lebih kecil dari perempuan.
hal ini bikin otak laki-laki lebih susah nemuin jaringan lintas buat ngeidentifikasi sekaligus ngungkapin perasaan secara verbal. dan ini yang ngebuat laki-laki lebih nyembunyiin perasaan dibanding perempuan.
laki-laki butuh waktu buat ngeproses data-data emosi itu.

Baiklah, para perempuan. sebaiknya kita ga begitu ngasih tindakan - atau sebaiknya kita sedikit lebih memberitahu- kepada para laki-laki untuk merasakan apa yang kita rasakan.
atau begini, sebaiknya kita sedikit lebih terbuka -dalam hal yang positif, tapi tetap jaga gengsi ya- supaya para laki-laki bisa belajar untuk sedikit lebih terbuka ke kita.

:)

Jumat, 28 Mei 2010

karena saya tau

Saya tau kamu mengerti.
Saya tau kamu melihat.
Saya tau kamu mendengarkan.

kamu punya mata bukan untuk melihat.
kamu punya hati tapi tidak dirasa.
kamu punya telinga, tapi bukan untuk mendengar.

bersyukurlah kamu, masih ada yang peduli kepadamu ketika kamu hancur.
bersyukurlah kamu, tuhan memberikanmu banyak ujian untuk kedewasaanmu, tapi bukan karena membencimu.
bersyukurlah kamu, kamu masih diberi umur sampai saat ini.
harusnya begitu.

tapi kali ini, kamu cuma datang, cuma menangis.

saya cuma bisa ngasih saran.
saya cuma bisa mengingatkan.

tapi kamu ga pernah mau untuk melihat keadaan, mendengarkan saya, dan merasakan apa yang saya katakan.
kamu cuma ngeluh ga ada habisnya, lalu pergi dari saya.

biarkan kamu belajar menghargai.

bukannya saya senang lihat kamu sedih, sendiri. saya cuma mau kamu belajar menghargai, supaya kamu ga kecewa sendiri.

biarkan kamu mengerti tentang ruang kesendirianmu.

saya ga mau kamu sendiri, tapi saya cuma ngasih kamu ruang untuk bisa sendiri. memikirkan, merenungi, merasakan tiap hembusan nafas sebagai proses respirasimu.

biarkan kamu belajar tentang kenyamanan.

bukannya saya mau buat kamu ga nyaman, tapi saya mau kamu berusaha nyaman di setiap hal yang kamu jalani.

biarkan kamu belajar saat jatuh.

bukannya saya bahagia lihat kamu jatuh. tapi biarkan saja dulu. tunggu sampai kamu bangkit, dan ikhlas dengan hidupmu.

tapi ternyata saya salah.

saya biarkan kamu mengambil kesempatan, tapi kamu ga mau coba untuk belajar. kamu ga mau coba untuk berusaha. kamu cuma mengeluh dan lari ke saya.

sekarang saya cuma bisa berkata,

biarkan saja.

biarkan saja kamu seperti ini. nanti, saat kamu mengerti, saya akan membuktikan dan menjelaskan kepadamu.

bahwa kamu punya segala hal di dunia ini bukan untuk suatu kesia-siaan. tapi untuk suatu anugerah yang ga pernah kamu pikirkan.


dengar, saya menunggu kamu.
saya menunggu kamu untuk mengatakan kepada saya hal yang sudah sejak lama ingin saya dengar.
'Saya sudah bangkit. saya sudah bisa bangun dan menatap kembali dunia saya sendiri. saya ikhlas. saya sudah paham.'

dan saya akan membantumu semampu saya.
saya akan memelukmu karena keikhlasanmu.
saya akan bangga terhadapmu karena kemampuanmu.
karena saya tau.

Kamis, 27 Mei 2010

I always try

Saya selalu berusaha untuk belajar.

belajar untuk mengerti apa yang sedang terjadi. belajar untuk menjalani setiap waktu yang diberikan.
belajar untuk menikmati hidup ini. belajar untuk bersyukur kepada apa yang Allah berikan.
belajar untuk menghadapi segala masalah. belajar untuk tidak menyangkal segala kesalahan.
belajar untuk nyaman dengan kehidupan saya.
belajar untuk tidak emosian. belajar untuk menahan emosi saya, menahan luka saya.
belajar untuk menyelami kemampuan saya. belajar untuk memahami kekurangan saya.
belajar untuk menjadikan kekurangan itu sebagai kelebihan saya.

tapi kadang saya ga bisa. saya kalah.

kadang saya ga bisa mengendalikan apa yang harus saya pelajari.
kadang saya ga bisa berhenti untuk bersikap seolah olah hati ini tidak sakit. intinya, membohongi saya. membohongi hati.
kadang saya berpikir kenapa saya bisa seperti ini.

kenapa saya harus rapuh seperti ini, kenapa saya harus selalu punya sifat negative thinking.
kenapa saya selalu bersikap seolah olah benteng di diri saya ini belum cukup kuat untuk menghadapi masalah.
kenapa saya kadang takut untuk keluar, menghadapi masalah.
dan kenapa saya selalu berharap untuk selalu tinggal di dalam, mengintip-intip untuk bisa mencari celah, berusaha melihat jendela dunia.

dan berbagai macam pertanyaan kenapa pantasnya hidup di dalam diri saya.

saya selalu berusaha bersikap dewasa.
saya mencoba bertahan ketika diri saya sudah selayaknya berhenti.
saya mencoba diam daripada menghadapi pertengkaran yang menjatuhkan.

tapi kenapa saya masih merasa saya bodoh, saya salah, saya pantas untuk merasa seperti ini?

saya selalu berusaha mencari yang terbaik.
saya selalu ingin menggunakan waktu saya untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.

tapi kenapa jatuhnya malah plin-plan?

seolah-olah saya ini memaksakan. memaksakan apa yang ga bisa saya dapatkan.

tapi nggak.
saya berusaha untuk selalu bersyukur kok.
saya sadar saya harus selalu hidup dengan rasa syukur.
saya harus berusaha kalau saya mau.
saya bisa, saya mampu.

tapi kadang hati ga sesuai sama apa yang saya inginkan.

walaupun saya mau, kadang hati kecil saya ragu.

ini, jadi seperti abu.
yang mau ga mau saya berikan pemikiran tabu.
atau suara hati yang sebenarnya ingin merdu.
tapi hati ini pilu.
kosong, hampa seperti debu.

dan kini saya kebingungan untuk sebuah hari yang baru.

ahaaaa, I'm dreamer - idealist :p

Idealis Pemimpi


Tipe Idealis Pemimpi sangat berhati-hati dan oleh karenanya tampak pemalu dan pendiam bagi orang lain. Mereka berbagi kehidupan emosional mereka yang kaya serta pendapat-pendapat kuat mereka dengan sedikit sekali orang. Namun orang sering keliru menilai mereka dingin dan pendiam. Mereka memiliki sistem nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang murni dan mulia yang menonjol di dalam diri mereka yang demi hal-hal itu mereka bersedia mengorbankan banyak hal. Joan of Arc atau Sir Galahad adalah contoh tipe kepribadian ini. Tipe Idealis Pemimpi selalu berusaha keras memperbaiki dunia. Mereka dapat sangat memikirkan orang lain dan melakukan banyak hal untuk mendukung mereka dan membela mereka. Mereka tertarik dengan sesama mereka, penuh perhatian dan murah hati terhadap mereka. Begitu antusiasme mereka akan suatu hal atau orang bangkit, mereka dapat menjadi pejuang yang tak kenal lelah.

Bagi tipe Idealis Pemimpi, hal-hal praktis tidak benar-benar penting. Mereka hanya menyibukkan diri dengan tuntutan-tuntutan harian yang duniawi saat benar-benar perlu. Mereka cenderung hidup sesuai dengan semboyan „yang jenius mengendalikan kekacauan“ – yang biasanya memang demikian sehingga biasanya mereka memiliki karir akademik yang gemilang. Mereka kurang tertarik dengan detail; mereka lebih suka melihat sesuatu secara keseluruhan. Ini artinya mereka masih memiliki pandangan menyeluruh yang baik ketika sesuatu mulai menjadi rumit. Namun demikian, sebagai akibatnya, sesekali dapat terjadi tipe Idealis Pemimpi melewatkan sesuatu yang penting. Karena mereka menyukai kedamaian, mereka cenderung tidak terang-terangan menunjukkan ketidakpuasan atau kejengkelan mereka melainkan memendamnya. Ketegasan bukan salah satu kekuatan mereka; mereka membenci konflik dan persaingan. Tipe Idealis Pemimpi lebih suka memotivasi orang lain dengan sifat ramah dan antusias mereka. Barangsiapa mendapatkan mereka sebagai atasan tidak akan pernah mengeluh kekurangan pujian.

Di tempat kerja, tipe Idealis Pemimpi adalah teman dan pasangan yang suka menolong dan setia, orang-orang yang memiliki integritas. Kewajiban sangat sakral bagi mereka. Perasaan orang lain penting bagi mereka dan mereka senang membuat orang lain bahagia. Mereka puas hanya dengan lingkaran kecil pertemanan; kebutuhan mereka akan kontak sosial tidak begitu menonjol karena mereka juga butuh banyak waktu untuk diri sendiri. Basa-basi kecil bukan keahlian mereka. Jika seseorang berharap berteman dengan mereka atau memiliki hubungan dengan mereka, orang itu harus mau berbagi dunia pemikiran mereka dan bersedia berpartisipasi dalam perbincangan mendalam. Jika Anda berhasil melakukan itu Anda akan dianugerahi dengan kemitraan yang luar biasa intensif dan kaya. Karena tuntutan-tuntutan mereka yang tinggi terhadap diri sendiri dan orang lain, tipe kepribadian ini kadang-kadang menjejali hubungan dengan gagasan-gagasan romantis dan idealis hingga tingkat tertentu sehingga membuat pasangan merasa terbebani atau minder. Tipe Idealis Pemimpi tidak jatuh cinta dengan mabuk kepayang namun ketika mereka jatuh cinta mereka menginginkannya menjadi cinta sejati yang tak berkesudahan.

Sifat-sifat yang menggambarkan tipe ini: introvert, teoritis, emosional, spontan, idealis, pemimpi, meletup-letup, menyenangkan, pendiam, ramah, berapi-api, setia, perfeksionis, suka menolong, kreatif, tenang, ingin tahu, keras kepala, memiliki integritas, bersedia berkorban, romantis, hati-hati, pemalu, menyukai kedamaian, mudah tersinggung, peka, komunikatif, imajinatif.

Sifatnya...... lumayan sama haha saya sifatnya ini, kamu apa? :)

Rabu, 26 Mei 2010

BBM

jadi ceritanya gini.
gue dapet BBM dari mbak putri, isinya dalem banget.
dan bermanfaat, jadi gue tulis disini.

waktu kamu merasa sendirian seperti ga ada lagi yang peduli sama kamu, baca ini, karena ini memang benar: setiap malam, sebelum kamu tidur, ada seseorang yang memikirkanmu. Di dunia ini paling tidak ada 15 orang yang mencintai kamu. Ada alasannya kalau orang-orang membencimu, itu karena mereka ingin menjadi sepertimu. Di dunia ini paling tidak ada 2 orang yang mau merelakan nyawanya untukmu. Kamu adalah seluruh dunia orang itu. Bahkan kadang kadang orang yang kamu tidak tau bahwa dia mencintaimu. Waktu kamu membuat kesalahan terbesarmu, sesuatu yang baik akan terjadi dari kesalahanmu. Di waktu kamu merasa semua orang membencimu, ingatlah semua pujian yang pernah kamu dapatkan. Lupakan semua ejek-ejekan yang tidak baik.

see? kali ini gue merasa diingatkan. merasa ditegur. dan gue suka kata katanya.
ketika kamu merasa senang hari ini, jangan terlalu senang karena hari esok mungkin kamu bisa sedih. ketika kamu merasa sedih hari ini, kurangi kesedihanmu karena hari esok bisa jadi lebih baik dari hari ini. dan tidak ada kesenangan selamanya, tidak ada juga kesedihan selamanya. setiap keadaan pasti berubah. pasti. dan nikmatilah setiap keadaan yang ada seolah olah kamu menyukainya :)

lagi

jadi, saya disini (lagi) setelah saya merasa mellow ini kian menghampiri.
jujur, saya benci.

konteks 'sakit hati' yang menjadi penyerang, membiarkan rasa itu menjulang.
diam, panas seperti belerang.
kadang hati ingin berjuang.

atau sekedar menggeram, merasakan 'sakit' itu dalam bentuk nyata yang mencekam.

saya rasanya itu mau mencurahkan timbunan masalah di pikiran saya, tapi kali ini hati tidak membiarkan saya memberitahukan sepenuhnya.

pendaman itu acak, tak singkron dengan apa yang seharusnya dilakukan saya.

saya sakit, tapi mereka gak pernah mau tau keadaan saya.
atau lebih tepatnya gak peduli.
atau saya yang cuma merasa seperti itu?

mereka bergeming.
mereka mengeluarkan suara.
mereka tak terima.
mereka lalu sakit hati seperti saya.

ah, terima kasih, tapi pendaman emosi ini saja sebenarnya melukai saya, lantas apalagi?

tunggu apalagi?

tunggu saya bosan, benci lalu dengan hebat memutuskan untuk pergi?

saya gak bisa menceritakan sebenarnya sama orang lain. saya kurang bisa membiarkan saya bercerita dengan air mata, itu bukan saya.

saya orang yang menceritakan dengan ekspresi biasa saja, datar istilahnya. lalu saya tertawa, dan setelah itu semua hilang.
tapi kalau saya sendirian, saya justru menangis.
saya kurang mengeluarkan isi hati saya, memang.

jadi sekarang, saya benci hal ini. saya benci posisi ini. dan yang paling utama, saya benci kamu.

jadi.....

kalau jatuh cinta itu manis, orang-orang tidak akan pernah menyebutnya 'jatuh' cinta :)

-Chicken Soup for a Teenager soul

someone who can (not) be moved

lagi lagi begini.
ketika saya bingung, segala yang ada di pikiran saya hilang.
saya mau posting apapun juga saya ga tau.
karena emang ga mau tau apa yang saya tulis sekarang. berusaha untuk ga peduli, kali ini.

dan lagipula, ah. saya benci perasaan ini.
I'm feeling guilty and will be ignored :(

saya benci ketika saya sendirian.
membiarkan pikiran saya kosong sesaat. mengenang.
dan ya, kali ini sepi.

saya benci ketika saya merasa bersalah.
membiarkan perasaan ini membenci diri saya sendiri.

saya benci ketika saya merasa seperti ini.

dan terlebih, saya benci sakit hati.
membiarkan perasaan ini tercabik, terluka, menangis. dan tidak tau sampai kapan berhenti.

saya bilang apa, gak akan ada yang bisa menunggu sekian lama, orang terakhir yang saya tau saja dia.
saya bilang apa, gak akan ada yang bisa menghapus luka setelah benar-benar terluka.
saya bilang apa, sayangnya kamu gak pernah mau dengerin saya.
saya bilang apa, ah sekarang kamu yang terluka sendirian.
saya bilang apa, sekarang kamu yang menangisi keputusanmu kan Nad.
saya bilang apa, sekarang kamu yang menyesal, ya kan Nad?

saya bilang juga apa.

percuma kamu menangis.
percuma kamu dengerin lagu itu beberapa kali, dan meyakini diri kamu sendiri kalau masih ada yang bisa menunggu.
percuma Nadia, percuma.

saya bilang juga apa.

apapun yang kamu lakukan untuk menunggu orang yang ingin menunggu itu percuma.
sekarang apa?
kamu bisanya nangis, marah, kecewa. ya kan Nad?
sekarang apa Nadia?

dengerin saya, gak ada orang yang bisa menunggu!
gak akan pernah ada, atau kalaupun ada, ya orang terakhir itu dia, Nad.

ah, saya dibentak oleh pikiran saya.
lalu sekarang saya harus apa?
saya mungkin terlalu mengikuti perasaan saya.
saya mungkin terlalu dihasut oleh lagu itu, lagu yang menggambarkan bahwa ada yang bisa menunggu.
kenyataannya apa? ga akan pernah ada.
bohong. semua yang orang bilang itu bohong.
ga akan pernah ada. dengarkan.
ga akan pernah ada.

lalu sekarang apa?
menangis? ah sudah terlalu basi untuk menangisi kesalahan sendiri.
diam? menyesal? ah itu sakit.
lalu apa?
apa yang bisa saya lakukan sekarang?

ga akan pernah mau mendengar lagu itu lagi?
bodoh, sudah telat.
rasanya kamu harus mendengarkan lagu itu beberapa bulan yang lalu. oh ya, kalau perlu sejak kamu lahir biar kamu tau bahwa gak akan ada seorang pun yang bisa menunggu.

ah, tuh kan sakit sendiri.

tuh kan benci.

sekarang apa?
menyalahkan orang lain?
kadang menyalahkan orang lain atau sesuatu hal bisa sedikit melegakan perasaan kita. sekarang, siapa yang bisa saya salahkan?

tuh kan saya rasanya sudah bosan.
sangat bosan.
saya butuh orang yang bisa menemani saya di keadaan ini.
tapi kenyataannya ga ada. mereka, orang orang itu sudah sibuk dengan hidup mereka sendiri.
dan saya disini? sendiri.
tuh kan jadi labil.
perasaan ini nih yang bikin saya benci sebenci bencinya.
tolong......

sangat labil kali ini, maaf.

maaf karena saya berfikir sebelumnya bahwa ada yang bisa menunggu, kenyataannya tidak.
maaf karena saya berfikir sebelumnya bahwa saya harus mengikuti lagu itu, padahal jangan.

maaf beribu maaf untuk segala kesalahan saya.

maaf untuk sebuah kenyataan pahit yang harus ada ini.

maaf untuk tiap kata yang kadang menyinggung.

maaf untuk luapan emosi ini.

maaf untuk ribuan kesalahan di hidup saya.

maaf.....

PS: kadang saya ingin merubah ketika saya merasa emote saya :( atau :'( menjadi ini ---> :) atau :')

:'(

I hope you lying me..
but maybe in the fact, You don't.

I just hope you lie. just for now, you lie.

but i think you don't.
or actually, you do it.


and the rain falls like my tears now.

I need a hug :'(

I really need a big bear right now.
or shortly, I need a hug from someone who loves me.
I need it.
oh maybe no one loves me? ah I think no one loves me.
Sorry if you don't like me, if I have big mistakes, If my words can make you hate me
but surely, I need a hug :(
Sorry, I don't want to make everyone bore when see this,
but I need a warm hug.
I really feel so bad and now I want someone who can delete my tears, makes me laugh, or cheerful.
Actually I can hide my feeling now, I can't pretend again.

I need a hug now! :'(

Sabtu, 22 Mei 2010

how to love your life

kali ini, disini, dengan kesedihan yang sedikit berbeda.
bukan seperti kehilangan, rindu atau seperti apapun.
bukan tentang kekasih, sakit hati, atau perasaan yang membuat sebagian insan menjadi labil dan tak terkendali.
tapi ini tentang kasih, dan cara untuk mencintai.
tentang menghargai, atau lebih tepatnya bersyukur.

kadang, kita lupa sama apa yang telah Allah kasih.
kita merasa kita mendapatkan hal itu dari diri kita sendiri.
lalu kita akan menangis, memohon ampun dan memohon karunia dari Allah ketika kita jatuh.

saya ulang ya, ketika jatuh.

padahal nggak, kita harusnya bersyukur, memohon ampun, memohon rezeki di semua keadaan.
karena Allah maha Adil, Allah tau apa yang kita butuhkan.

sebenarnya saya tuh nulis ini juga bukan untuk merasa sok bahwa saya pandai bersyukur, bukan.
tapi ini cuma peringatan, cuma saran dari seorang gadis yang dibilang masih muda, tapi selalu berusaha bersikap dewasa.

lalu, disinilah kita.
dengan keadaan yang kita jalani.

saya cuma sedih dengan apa yang saya alami.
terharu bercampur malu.

kemarin tuh saya dari Mall Metropolitan, mau ke Giant, mama saya ada perlu disana.
hujan turun dengan lebatnya, dengan anggunnya.
saya menatap para ojek payung, pandangan saya gak tega, lalu saya memberi usul untuk menyewa satu payung.
dan mama saya setuju.

Mama saya memilih seorang anak yang umurnya sekitar saya, dan tebak apa? anak itu mengucapkan kata, "Yes!" dengan wajahnya yang sumringah, dengan senyumnya dan Subhanallah, wajahnya terlihat sangat senang.

awalnya saya biasa saja, cuma merasa senang melihat wajahnya. merasa senang melihat ada sinar di matanya.
tapi perlahan saya menjadi sedih sendiri, melihat anak itu di belakang dan mengikuti saya, bukan ikut berada di payung itu, tapi diluar payung dan mengikuti saya dan mama saya.
dan dia disamping saya ketika menyebrang. melindungi saya dan mama saya, hujan yang mengenai kepalanya tidak ia abaikan. tangannya memberi tanda bahwa ingin menyebrang, dan sungguh, air mata saya perlahan menetes. dan saya menangis perlahan dalam hujan, merasa sedih, terharu dan malu.

ketika sampai, saya memberinya uang, dan ia menjawab, "makasih ya." dengan senyum yang sangat menyenangkan. tau tidak? saya ingin menangis melihatnya. terharu, sumpah. saya tau ia tidak berbohong. saya melihat ada sinar di matanya. rasanya saya ingin pulang saja, membawanya dan menjadikannya kakak saya atau adik saya, atau saudara saja, sungguh.

saya hanya tidak tega melihat anak yang seharusnya saat itu bersama orang tua mereka, tapi malah menjadi ojek payung dan kehujanan.
saya saja kalau kehujanan pasti sinusnya kambuh dan pusing.

lantas bagaimana dengan mereka?

saya sedih, malu. merasa tidak bersyukur dengan apa yang telah saya miliki.
merasa tidak menghargai apa yang saya dapatkan.

sesuai dengan judulnya, bagaimana untuk mencintai hidupmu.
berusahalah untuk menghargai setiap detik yang kamu miliki.
berusahalah untuk mencintai hidupmu dengan sebaik-baiknya, seolah olah kamu akan mati besok.
berusahalah untuk selalu mensyukuri apa yang kita dapatkan.
karena tuhan selalu memberi apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Allah tau kenapa kita begini-dan Allah tau kenapa kita begitu.
sekarang bagaimana caranya kita mensyukuri dengan cara kita, dengan cara yang dilakukan oleh sejuta umat di dunia.

dan saya disini.
cuma berusaha untuk menjaga apa yang telah berada di sekitar saya, menyayangi orang di sekitar saya.
mimpi saya untuk membuat panti asuhan, panti jompo itu pun semakin tinggi.

Allah pasti bisa mengabulkan niat baik, bukan? :)

cintai hidupmu. jalanilah.
bayangkan mereka, mereka yang tinggal di jalanan, mencari uang demi sesuap nasi.
bayangkan mereka, mereka yang berjuang melawan penyakitnya.
bayangkan mereka, mereka yang tidak pernah lelah untuk berusaha.
bayangkan mereka, mereka yang tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.
bayangkan mereka, mereka yang selalu jatuh namun perlahan berhasil.
bayangkan mereka, mereka yang berusaha dan tidak pernah putus asa.
bayangkan mereka, mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai.
bayangkan mereka, mereka yang rumahnya kebakaran dan mereka tidak bisa menyelamatkan apapun.
bayangkan mereka, mereka yang berpisah dengan keluarganya.
bayangkan mereka, mereka yang merindukan arti orang tua dalam hidup mereka.
bayangkan mereka, mereka yang mencoba bertahan di setiap keadaan.
bayangkan mereka, mereka yang dijatuhkan orang lain namun tetap tersenyum.
bayangkan mereka, mereka yang tidak pernah mengeluh.

bayangkan mereka.

Tuhan selalu adil, kan? jangan pernah menyesali yang sudah terjadi. karena penyesalan tidak pernah ada habisnya sampai kamu menyadari, betapa berarti hidup ini.