Rabu, 17 Februari 2010

kita

kita itu satu.
kita itu kamu-aku. bukan kamu-kamu dan aku-aku.
kita itu bersama.

ketika perasaan kita satu sama lain menyatu,
ketika kita bersama menjelajahi hari dan menjalani kehidupan masing-masing.
ketika kita saling membantu,
atau paling tidak tertawa bersama.

saling menceritakan hal yang buruk, yang manis, lalu kita akan mengomentari satu sama lain.
ya, satu sama lain.
saling berbagi, saling tertawa.
setidaknya itu hal yang manis, hal yang dapat menghilangkan kejenuhan, kantuk ataupun luka di hati kita masing-masing.

atau saling memberikan lelucon, walaupun kadang lelucon yang diberikan terlampau batas kewajaran?
ya, kita sering melakukannya.
lantas apa jadinya, ketika kita tidak lagi bersama, ketika kita menjadi aku-aku dan kamu-kamu bukan kita?

ini menyedihkan, ini menyulitkan.
berat rasanya ketika mengingat bahwa kita mungkin tidak bersama lagi nanti.
ketika kita membiarkan perasaan kita merindukan satu sama lain, tapi tidak dapat melakukan apapun.
ketika kita ingin selalu bersama-sama, tapi waktu dan jarak tidak mengizinkan.

oh mungkin saya akan merindukan kalian, sangat.
atau mungkin saya akan berusaha melupakan perasaan saya.
asalkan saya tidak melupakan kalian. hal dari sekian banyak hal yang tersulit di hidup saya.

kita adalah satu.
kita bersama.
kita takkan melupakan.
bisakah begitu?
oh kuharap iya.

it's dedicate for my beloved friends :)

aneh

saya bingung saya kenapa.
awalnya saya kesel sama kamu, tapi nanti saya manis sekali ke kamu.
ada hal aneh yang tidak pernah saya ceritakan kepada siapapun.
termasuk kamu.

saya kesal ketika melihat kamu berjalan dan membuang muka, tidak datang kepada saya, seolah-olah saya bukanlah orang yang kamu kenal.
seolah-olah saya asing.
saya bukanlah siapa-siapa untuk kamu.

dan kemudian saya akan marah-marah,
membiarkan emosi membuyarkan harapan saya.
harapan saya untuk selalu bersama kamu.
harapan saya untuk bertahan.

tapi ketika kamu datang, perasaan itu hilang.
emosi yang membuncah di dalam diri itu berganti menjadi heartbeat atau detakan tak beraturan yang muncul ketika kamu merangkul saya, memegang lengan saya, dan tersenyum.
lalu kamu akan mengajak saya bicara dengan topik apapun.
atau diam saja.

saya merasa aneh dengan diri saya.
saya tidak bisa lebih terbuka kepada kamu.
eh, saya salah ya? banget deh kayaknya.

cuma ada hal yang di hati saya ingin ucapkan ke kamu, tapi tertahan.
ada hal, ada sesuatu yang aneh.

tapi kita kan masih remaja, wajar kan kalau kita seperti ini? :)